Cara Menanam Sayuran Katuk dengan Mudah dan Praktis, Mau Coba?

Please log in or register to like posts.
News

Sauropus androgynus atau daun katuk adalah daun sayuran yang banyak tumbuh di Asia tenggara. Daun ini dipercaya bagus untuk ibu hamil dan ibu menyusui untuk melancarkan ASI (Air Susu Ibu). Karena hal itulah banya orang mencari daun katuk untuk untuk melancarkan ASI. Tujuan pembudidayaan tanaman katuk ialah untuk meningkatkan pendapatan petani yang budidaya dilahan sempit. Ada dua jenis tanaman katuk yang dapat dibudidayakan yaitu : daun katuk kecil dan daun katuk lebar. Tanaman katuk dengan jenis daun lebar mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya :
a. Mempunyai pertumbuhan yang lebih kuat.
b. Tahan terhadap penyakit.
c. Berbatang lebih besar.
d. Daun mempunyai adaptasi yang lebih tinggi terhadap jenis tanah dan iklim.
e. Partumbuhannya lebih cepat.

Daun muda lebih ranum sehingga lebih diminati konsumen. Daun katuk sudah sejak dulu dibudidayakan masyarakat sebagai salah satu sumber pendapatan. Meski sekarang masih jarang sekali ditemukan petani membudidayakan tanaman katuk secara intens maupun semi intens. Tanaman yang biasa diperbanyak dengan cara vegetatif ( stek batang) tergolong tanaman yang mempunyai adaptasi tinggi. Bisa tumbuh subur di dataran rendah maupun dataran tinggi dan di sawah sekalipun. Untuk penanaman di sawah yang perlu diperhatikan drainasenya.

  • Tanaman katuk juga memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, seperti :
    – Membantu Menjaga Kesehatan Mata
    – Memperbaiki kualitas stamina pria
    – Mencegah Pengeroposan Tulang
    – Melancarkan Produksi ASI
    – Sebagai Obat Flu
    – Melancarkan Proses Pencernaan
    – Melancarakan Metabolisme tubuh
    – Menjaga Daya Tahan Tubuh
    – Sebagai Obat untuk Kecantikan
    – Meningkatkan Kualitas Sperma
  • Berikut urbanina bagikan cara budidaya katuk di pekarangan rumah secara vegetatif.

1. Persyaratan tumbuh
Tanaman katuk mempunyai daya adaptasi yang luas terhadap lingkungan daerah tropis, dapat tumbuh dan berproduksi dengan di dataran rendah sampai dataran tinggi. Tanaman katuk toleran terhadap kondisi teduh (naungan) sehingga cocok ditanam di lahan pekarangan. Lingkungan yang paling ideal untuk membudidayakan katuk adalah daerah dengan suhu udara berkisar antara 21-32oC dengan kelembaban antara 50- 80%. Tanaman katuk toleran terhadap berbagai jenis tanah, hampir semua jenis tanah cocok ditanami katuk. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, tanaman ini membutuhkan tanah yang mengandung bahan organik , beraerasi dan berdrainase baik, serta mempunyai kemasaman (pH) 5,5-6,5.

Baca Juga :

Ini Dia… Cara Mudah Tepat Praktis Budidaya Tanaman Obat Keluarga
Inilah Beberapa Manfaat Bunga Ekor Kucing Untuk Pengobatan
Cara Mudah Membuat Greenhouse
Mencegah Hama Dengan Menggunakan Insect Net!!

2. Pemilihan Bibit
Bibit/tunas katuk dipilih dari tanaman katuk yang tidak cacat, segar, bebas hama, dan sehat. Umur induk bibit/tunas katuk kira-kira 6-12 bulan.
Siapkanlah polybag. Campurkan pupuk kompos/pupuk kandang dan tanah dengan proporsi 1 : 1 untuk media tanam.
Media tanam dimasukkan ke dalam polybag. Sesuaikan dengan kebutuhan.
1 – 2 batang bibit/tunas kantuk ditancapkan pada media tanam di polybag.
Bibit itu disiram dua kali sehari (pagi dan siang hari) sampai media tanam terlihat lembab (cukup air).

3. Penanaman
Siapkanlah lahan, bersihkan lahan dari rumput/gulma lainnya dan gemburkan dengan memakai cangkul.
Buatlah lubang persegi berukuran 30 x 30 x 30 cm.
Lubang itu diberi pupuk kandang kering hingga sepertiga lubang tanam.
Bibit tanaman katuk dimasukkan pada lubang dan tutup dengan tanah.
Tanaman disiram dengan rutin selama dua bulan.
Penyiraman pada tanaman katuk dapat dikurangi sejak tanaman katuk berumur lebih dari dua bulan sebab tanaman katuk dapat tumbuh dimana saja asalkan unsur haranya terpenuhi.

4. Penyulaman
Lakukan penyulaman saat tanaman katuk berumur 3-4 minggu setelah tanam, gantilah tanaman katuk yang tumbuhnya tak sesuai harapan dengan bibit katuk yang baru.

5. Penyiangan
Penyiangan mesti dilakukan saat kelihatan terdapat gulma tumbuh di sekeliling tanaman ataupun di bagian lahan.

6. Penggemburan Tanah
Penggemburan dilakukan di bagian sekeliling akar, namun hati-hati supaya tidak mengenai akar tanaman katuk. Penggemburan tanah dilakukan guna mempermudah sistem aerasi dan sirkulassi oksigen di dalam tanah sehingga tanaman jadi lebih sehat.

7. Pemupukan
Pemupukan mempergunakan dua jenis pupuk, yakni pupuk cair dan pupuk padat. Pupuk cair yang digunakan adalah dari hasil fermentasi air kencing/kotoran ternak. Caranya dengan menyemprotkan pada akar-akar kantuk supaya meningkat kualitas panennya. Sementara itu pupuk padat yang digunakan boleh dari pupuk kandang, seperti kotoran entok/ayam/itik, sebab berisi unsur hara kalium (K) dan nitrogen (N) yang tinggi sehingga menjadikan tanaman lebih lebat dan hijau.

8. Pengendalian Hama dan Penyakit
a. Ulat.
Ulat pada tanaman katuk menyerang pucuk daun muda, sehingga daun muda rusak. Ulat pada tanaman katuk tidak terlalu sulit untuk dikendalikan, bisa menggunakan racun ulat berdosis rendah.
b. Cabuk.
Tanaman katuk sering terdapat serangan cabuk. Cabuk menyerang dengan cara menghisap cairan dari bawah daun dan menyebabkan tanaman keriting.
Pengendaliannya dengan cara menyemprotkan insektisida.
c. Kutu penghisap daun / kutu Kabul.
Pada serangan ini tanaman akan mengalami pertumbuhan yang lambat dan daun mengecil. Pengendaliannya dengan menyemprotkan insektisida.

9. Pemanenan
Pemanenan dilakukan setiap hari setelah katuk berumur 2 bulan dan pemanenan dilakukan pada sore hari. Pemanenan dapat dilakukan secara berurutan. Seperti Hari pertama memanen bedeng 1, bedeng 2, dan bedeng 3. Hari ke-dua pemanenan bedeng 4, bedeng 5, bedeng 6. Dan seterusnya setelah hari ke-11 kembali lagi ke bedeng 1, bedeng 2, dan bedeng 3.
Cara pemotongan, potong batang muda yang panjangnya 20 Cm – 30 Cm dan tinggalkan yang panjangnya kurang dari 20 Cm.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *