Cara Seru Budidaya Tanaman Seledri dengan Mudah

Please log in or register to like posts.
News

Seledri merupakan salah satu sayuran yang sering kita jumpai pada makanan berkuah seperti soto & bakso. Selain sebagai penambah aroma pada masakan,ternyata seledri juga dapat dijadikan obat salah satunya untuk pencegahan gagal ginjal. Nama ilmiah Tanaman seledri yaitu Apium graveolens, seledri termasuk ke dalam keluarga Umbelliferae. Tanaman seledri memiliki banyak khasiat jadi tidak heran apabila tanaman ini kerap dijadikan obat herbal. Yang mana bijinya ekstrak minyak seledri dimanfaatkan sebagai obat, selain itu juga daun dan batangnya dapat direbus kemudian diminum.

1. Syarat Agar Seledri Tumbuh Subur

Yang harus diperhatikan dalam budidaya seledri adalah tempat untuk budidaya, dimana seledri dapat tumbuh dengan subur di daerah subtropis dengan ketinggian 1.000-1.200 m dpl, suhu udara 15o-24o C, kelembaban berkisar antara 80-90%, Curah hujan berkisar antara 60-100 mm/bulan, dan lahan harus mendapat penyinaran matahari yang cukup.

Seperti tanaman lainnya, seledri juga membutuhkan tanah yang gembur, subur, mengandung bahan organik, serta tata udara dan air yang baik. Tanah yang paling baik untuk budidaya seledri adalah tanah jenis Andosol, karena mengandung unsur-unsur yang mendukung pertumbuhan tanaman seledri, seperti: pH tanah antara 5,5-6,5, mengandung cukup natrium, boron, dan kalsium. Apabila kekurangan dari ketiga unsur tersebut, maka pertumbuhan tanaman seledri akan terbatas, kuncup dan pucuk mengering, serta batang dan tangkai daun retak-retak.

2. Persiapan Awal

Setelah kita mengkondisian lahan dan media budidaya, langkah selanjutnya adalah tentukan tujuan dari budidaya seledri yang anda lakukan, karena ini akan berpengaruh terhadap bibit yang akan tanam. Bibit seledri dapat dipilih dari biji (generatif) atau perbanyakan anakan (vegetatif).

Untuk anda yang membudidayakan seledri untuk konsumsi sendiri maka cukup dengan perbanyakan vegetatif atau dari anakan.

Disarankan bagi anda yang masih awal, lebih baik jangan ambil risiko terlalu besar. Pilih skala budidaya yang lebih kecil dengan menerapkan perbanyakan vegetatif. Penanaman seledri dengan cara vegetatif dapat dilakukan dengan mengambil anakan yang tumbuh di sekitar seledri untuk di pindah ke tempat lain (polybag atau pot).

BACA JUGA

Plastik UV Greenhouse Untuk Hidroponik
Paranet Jaring Peneduh Tanaman
Menjaga Kualitas Hasil Panen Dengan Karung Waring
Memanfaatkan Limbah Karung Beras

3. Persiapan Bibit Seledri

Langkah selanjutnya ialah mempersiapkan benih seledri yang akan ditanam. Untuk benih anda dapat membeli seledri di pasar terlebih dahulu untuk kemudian dibudidayakan. Namun untuk memastikan kualitas seledri yang unggul sebaiknya anda membeli bibit yang sudah jela kualitasnya, sperti membeli biji seledri di toko pertanian terpercaya di kota anda.

  • Langkah selanjutnya yang bisa anda lakukan yaitu:

Siapkan biji tanaman seledri, rendam ke dalam air yang cukup hangat dengan suhu berkisar 50 – 60 derajat celcius selama 60 menit.
Untuk tempat persemaian buat bedengn atau juga bisa menggunakan baki. Gunakan media semai dengan mencampurkan tanah dan kompos yang sudah diayak dengan perbandingan masing-masing 2:1.
Lindungi bedengan atau baki semai dari kucuran air hujan secara langsung dan cahaya matahari dengan membuat naungan dari plastik bening.
Tebarkan biji seledri yang sudah direndam tadi, ke dalam baki semai kemudian timbun tipis dengan media tanam sekitar. Siram dengan air untuk menjaga kelembabannya.

Namun apabila anda memilih bedengan untuk tempat persemaian, maka anda harus membuat ceruk terlebih dahulu dengan kedalam 0,5 cm di atas bedengan dengan jarak antar alur 10 – 20 cm. Kemudian tebar biji seledri pada ceruk, lalu tutup tipis dengan media tanam dan siram dengan air untuk menjaga kelembabannya.
Agar biji dapat tumbuh dengan baik, selalu perhatikan dan jaga kelembaban media tanam dengan cara melakukan penyiraman rutin setiap pagi dan sore (jangan terlalu basah dan jangan juga sampai kering).
Bibit umumnya sudah bisa dipakai (pindah tanam) setelah 30 hari atau terlihat tumbuh 3 – 4 helai daun.

4. Persiapan Media Tanam

Siapkan polybag ukuran sedang (40 x 50 cm).
Kemudian isi polybag dengan media tanam yang terbuat dari campuran tanah, arang sekam (media tanam dengan porositas yang baik dan berat ringan), dan kompos dengan perbandingan 1:1:1. Setelah dicampur, ayak terlebih dahulu hasil campurannya.

5. Proses Penanaman

Cabut bibit dari baki semai/bedengan dengan menyiramkan sedikit air agar paada bibit untuk mudah dicabut, lakukan dengan hati-hati dan secara perlahan.
Buat lubang pada media tanam di dalam polybag sedalam 3 cm, lalu masukkan bibit dan timbun kembali dengan media tanam.

6. Proses Perawatan Seledri

Agar budidaya tanaman seledri ini berhasil maka anda harus melakukan perawatan intenif seperti menyiram tanaman seledri secara rutin. Tujuan perawatan sendiri bertujuan agar tanaman seledri yang sudah kita tanam dapat tumbuh optimal. Saat menyiram seledri jangan terlalu banyak karna aka mengakibatkan akar menjadi busuk.

Penyiraman tanaman seledri dapat anda lakukan setiap hari selama seminggu pertama seusai bibit dipindahkan dari tempat persemaian. Setelah seminggu, anda cukup menyiram tanaman seledri 3 kali dalam seminggu dengan menyesuaikan cuaca. Apabila kemarau, cukup 3 kali seminggu. Jika sedang musim penghujan, sesuaikan dengan kelembaban media tanam dan pindahkan tanaman ke tempat yang tidak terkena air hujan secara langsung.

Selain perawatan tanaman seledri dengan menyiram seledri, ada hal lain yang juga harus diperhatikan yakni hama (ulat, kutu, atau tungau). Bila kedapatan hama pada tanaman seledri segera buang hama tersebut. Apabila tanaman terserang penyakit, anda bisa memberikan pestisida organik untuk menyembuhkannya.

7. Proses Pemanenan

Pemanenan seledri dapat dilakukan setelah berumur sekitar 2 – 3 minggu dari proses pemindahan bibit dari tempat semai. Ciri-ciri seledri yang siap panen dapat dilihat dari daunnya yang rimbun. Cara pemanenannya tidak sulit, anda hanya perlu memotong bagian dasar (pangkal utama) batang seledri, namun bukan anakannya. Seledri yang sudah dipetik bisa dipanen beberapa kali dengan jarak sektiar 1 sampai 2 minggu setelah panen sebelumnya.

OK Sobat Petani…, demikian ulasan kami tentang Tips Jitu Cara Budidaya Tanaman Seledri, semoga bermanfaat. Jika Sobat Petani membutuhkan polybag, plastik UV Greenhouse, paranet, karung waring silahkan hub kami di nomor 0852 3392 5564081 2325 849500877 0282 1277 (Tlp, SMS, WA). Untuk info produk plastik pertanian silahkan klik DISINI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *