Tips Budidaya Tanaman Sorgum Yang Benar

Please log in or register to like posts.
News

Jika diamati sekilas tanaman sorgum mirip dengan tanaman jagung. Di Indonesia sorgum masih jarang dimanfaatkan atau diolah manjadi makanan. Meskipun, sorgum mengandung karbohidrat yang sama pantasnya dengan beras. Di Indonesia produksi tanaman sorgum masih rendah diperbandingkan produksi di beberapa negara di Asia tenggara. Tanaman sorgum ini dapat tumbuh sedangkan dalam kondisi kekeringan dan dapat terus tumbuh sedangkan telah dipangkas batangnya. Tanaman sorgum mesti lebih dikembangkan di Indonesia.

Sorgum atau sering masyarakat menyebutnya dengan sebutan Cantel, merupakan ragam tanaman yang dimanfaatkan buahnya untuk dihasilkan tepung sorgum sebagai keperluan pangan pokok, juga dapat diolah untuk pakan ternak dan bahan baku industri. Di Indonesia tanaman ini banyak tumbuh subur atau dibudidayakan disekitar daerah bagian timur indonesia, tepung sorgum dapat diolah menjadi berbagai ragam makanan, seperti aneka kue, roti, jenang, tepung bubur dll.

Membudidayakan sorgum ini tidaklah sesulit yang dibayangkan sebab tanaman ini bisa tumbuh di kawasan yang tinggi ataupun yang rendah. Tanah yang di butuhkan dari tanah lempung , lempung berpasir , tanah branjangan tanah lebu dan tanah yang mengandung bahan organik.curah hujan sedang , temperatur udara 22- 32 derajat c , ph tanah 5,5 – 7. Diciptakan tata air yang baik.

A. Penyiapan Lahan dan Pengelolaan Tanah

Pengolahan tanah paling baik dilakukan 2-4 pekan sebelum tanam.

1. Lahan dibersihkan dari sisa-sisa tanaman sebelumnya, kemudian dicangkul atau dibajak 2 kali sesudah itu digaru dan diratakan.

2. Buatlah saluran drainase disekitar atau ditengah lahan agar mudah untuk mengelola perairan dilahan. Untuk lahan yang hanya menggantungkan perairan dengan adanya residu air tanah, pengolahan dilakukan secara ringan dengan mencangkul tipis permukaan tanah untuk mematikan gulma. Pengolahan tanah secara ringan sangatlah efektif untuk mengurangi penguapan air di dalam tanah sampai tanaman siap panen.

3. Tanah yang telah diolah sebaiknya diberi pupuk organik, umpamanya pupuk sangkar atau kompos.

Pengolahan tanah ini memiliki tujuan untuk memperbaiki struktur tanah, memperbesar persediaan air, mempercepat pelapukan, meratakan tanah serta memberantas gulma.

B. Pemilihan Varietas

Varietas unggul yang direkomendasikan untuk ditanam mesti memperhatikan kegunaan dan lingkungan tumbuhnya. Untuk keperluan konsumsi pangan manusia (pangan) varietas yang direkomendasikan antara lain UPCA SI, Keris, Badik dan Hegari Genjah. Tentunya varietas ini memiliki keunggulan yaitu memiliki umur genjah, tinggi batang sedang, berbiji putih dengan rasa sebagai nasi cukup nikmat. Varetas Numbu dan Kawali yang dilepas tahun 2001 juga mempunyai rasa olah sebagai nasi cukup nikmat, tapi umurnya relatif lebih panjang. Tetapi untuk varietas sorgum yang tahan hama penyalit, tahan rebah, tahan disimpan dan dapat diratun biasanya digunakan untuk pakan ternak.

Untuk kawasan yang memiliki keterbatasan persediaan air serta ingin menanam sorgum dengan masa tanam yang sangat singkat maka sebaiknya dipilihlah jenis sorgum usia genjah seperti Keris, Badik, Lokal Muneng dan Hegari Genjah. Ditinjau dari segi hasil, varietas usia genjah memang kesudahannya jauh lebih rendah daripada varietas usia sedang atau dalam, tapi keistimewaannya dapat lantas dipanen, menyelamatkan dari resiko kegagalan hasil pengaruh kekeringan.

C. Penanaman

Di musim apapun sorgum bisa di budidayakan asalkan tanaman muda tidak tergenang ataupun kekeringan. Keperluan, waktu tanam yang baik merupakan pada akhir musim hujan atau permulaan musim kemarau. Tanah untuk bertanam sorgum berkisar 10 kg/ha dengan jarak tanam bibit sorgum sekitar 70 cm x 20 cm atau 60 cm x 20 cm serta banyaknya bibit tergantung tingkat kesuburan tanah. Menanam sorgum bisa dilakukan menggunakan sistem ditugal seperti halnya menanam jagung, apabila jarak tanamnya tidak terlalu rapat. Lubang tanam diisi sekitar 3-5 biji bibit, kemudian ditutup dengan tanah ringan. Ketika menggunakan sistem ini maka media tanam yang dihasilkan adalah lubang pupuk dengan tugal sejauh 15 cm dari lubang tanam.

D. Pemupukan

Sebaiknya pemupukan diberi secara komplit (NPK) agar produksi yang dihasilkan cukup tinggi. Dosis pemupukan yang diberi berbeda-beda tergantung pada tingkat kesuburan tanah dan varietas yang ditanam, tapi secara lazim dosis yang direkomendasikan merupakan 200kg urea, 100kg TSP atau SP36 san 50kg KCL. Pemberian pupuk Urea diberi dua kali, yaitu 1/3 bagian diberikan saat waktu tanam sebagai pupuk dasar bersamaan dengan pemberian pupuk TSP/SP36 dan KCL. Sisanya (2/3 bagian) diberikan setelah usia tanaman mencapai satu bulan setelah ditanam. Pemupukan dasar dilakukan ketika tanam dengan sistem ditugal sejauh 7 cm dari lubang tanam,sedang KCL dalam lubang di sisi yang lain. Pemupukan yang kedua juga ditugal sejauh kurang lebih sekitar 15 cm dari barisan, kemudian ditutup dengan tanah. Lubang tugal yang baik untuk pupuk dasar ataupun susulan sedalam kurang lebih sekitar 10 cm.

E. Pemeliharaan

1. Pengairan

Benih tanaman tahan kepada kekeringan, tapi pada fase permulaan pertumbuhan memerlukan air yang cukup.

2. Penjarangan Tanaman

Tanaman berumur 2-3 pekan sesudah tanam dilakukan penjarangan agar didapatkan tanaman sorgum yang tumbuh subur dan berproduksi tinggi. Dengan cara mencabut rumpun tanaman yang kurang baik dan hanya menyisakan 2 rumpun tanaman untuk dipelihara sampai panen.

3. Penyiangan

Penyiangan dilakukan dengan mencabut tumbuhan pengganggu (gulma) sampai ke akarnya secara hati-hati, supaya tidak mengganggu sistem perakaran tanaman utama. Gulma yang sudah diambil seharusnya dikumpulkan atau dikubur disuatu tempat agar membusuk sehingga dapat menghasilkan kompos.

4. Pembubunan

Pembubunan bisa dilakukan menggunakan sistem pengemburan tanah disekitar area tanam sorgum setelah itu menimbun tanahnya kembali, lakukan hal yang demikian pada pangkal batang tanaman sorgum sehingga menyusun gundukan-gundukan kecil yang bertujuan untuk mengokohkan batang tanaman agar tidak gampang rebah dan merangsang terbentuknya akar-akar baru pada pangkal batang.

5. Hama Penyakit

1) Colletortichum gramini colum (Ces.) G.W. Wild (Penyakit Bercak Daun)

2) Helmithosporium turcicum Pass (Penyakit Blight)

3) Puccinia purpurea Cooke

4 ) Atherigona varia Soccata (Rond.) (Lalat Sorgum).

5) Prodenia Litura F. (Ulat dawn).

F. Panen

Tanaman sorgum bisa langsung dipanen ketika tanaman menginjak usia 3-4 bulan tergantung varietas. Penentuan ketika panen sorgum dapat dilakukan dengan berpedoman pada usia sesudah biji terbentuk atau dengan memandang ciri-ciri visual biji. Pemanenan juga bisa dilakukan saat setelah terdapat adanya ciri-ciri seperti daun-daun berwarna kuning dan mengering, biji-biji bernas dan keras serta berkadar tepung optimal.

Untuk Info selengkapnya silahkan klik saja DISINI. Update Harga Karung Beras silahkan klik DISINI.
Sedangkan Cara pemesanan silahkan langsung hubungi kami:
SMS/Call/WA: 08123-258-4950 | 0877-0282-1277 | 0852-3392-5564
Phone/fax: 031-8830487
Email: limcorporation2009@gmail.com

# Dapatkan update info pertanian & perkebunan disini http://bit.ly/2eF5TlK.

# Kunjungi juga blog kami tentang produk pertanian lainnya, di www.agrobis99.com

@ULM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *