Apa Sih Herbisida itu?

Please log in or register to like posts.
News

Herbisida(penyiangan gulma) merupakan zat yang disebar luaskan pada lahan pertanian untuk penekanan atau pemberantasan tumbuhan-tumbuhan penggangu yang menyebabkan penurunan hasil panen (gulma). Lahan pertanian biasanya ditanami sejenis atau dua jenis tanaman pertanian. Namun tumbuhan lain juga dapat tumbuh di lahan tersebut dan berkompetisi dalam menperoleh zat hara pada tanah, perolehan cahaya matahari, dan atau keluarnya substansi alelopatik, tumbuhan lain ini tidak diinginkan keberadaannya. Herbisida digunakan sebagai salah satu sarana pengendalian tumbuhan “asing” ini .

Herbisida menurut aplikasinya terdapat dua macam tipe : herbisida pratumbuh (preemergence herbicide) dan herbisida pascatumbuh (postemergence herbicide). Herbisida pratumbuh biasanya disebarkan pada lahan setelah diolah namun sebelum benih ditebar (atau segera, setelah benih ditebar). Biasanya herbisida jenis ini bersifat nonselektif, yang berarti membunuh semua tumbuhan yang ada. Herbisida pascatumbuh biasanya diberikan ketika benih sudah muncul daun pertama. Herbisida jenis ini harus selektif, dalam artian tidak mengganggu tumbuhan yang ditanam.

Dari metode berkerjanya, herbisida dibagi menjadi 2 macam, herbisida kontak dan herbisida sistemik. Metode pertama Herbisida kontak bekerja secara langsung untuk penghambatan fotosintesis tumbuhan gulma, maka dari itu, gulma yang secara langsung terkena herbisida kontak akan mati. Herbisida sistemik merupakan herbisida yang memiliki cara kerja yakni mengganggu enzim yang berperan dalam membentuk asam amino yang dibutuhkan tanaman, dan mudah menyerap ke seluruh jaringan tanaman, gulma akan mati sampai akar-akarnya.

Contoh dari Herbisida Kontak adalah NOXONE 297SL sedangkan Herbisida Sistemik adalah Rambo Gold 480SL

Biasanya herbisida bekerja dengan cara mengganggu proses anabolisme senyawa penting seperti pati, asam lemak atau asam amino melalui kompetisi dengan senyawa yang “normal” dalam proses tersebut. Herbisida menjadi Musuh karena mempunyai struktur yang sama dan menjadi kosubstrat yang dikenali oleh enzim kemudian menjadi sasarannya. Selain itu herbisida bekerja sebagi mengganggu keseimbangan produksi bahan-bahan kimia yang diperlukan tumbuhan.

Contoh:

glifosat (dari Monsanto) mengganggu sintesis asam amino aromatik karena berkompetisi dengan fosfoenol piruvat
asimilasi nitrat dan amonium menjadi terganggu oleh fosfinositrin karena menjadi substrat dari enzim glutamin sintase.

Untuk Info selengkapnya silahkan klik saja DISINI. Update harga Insect Net silahkan klik DISINI.

Sedangkan Cara pemesanan silahkan langsung hubungi kami:
SMS/Call/WA: 08123-258-4950 | 0877-0282-1277 | 0852-3392-5564
Phone/fax: 031-8830487
Email: limcorporation2009@gmail.com

#Dapatkan update info pertanian & perkebunan disini http://bit.ly/2eF5TlK.

# Kunjungi juga blog kami tentang produk pertanian lainnya, di www.agrobis99.com

@ULM

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *