Cara Budidaya Kemiri

Please log in or register to like posts.
News

1.Iklim

Tanaman kemiri harus di tanah yang suhu udaranya berkisaran antara 21, 42-26, 30 derajat Celsius dengan kelembapan rata-rata 75%. Curah hujannya 1.100-2.400 mm dan jumlah hari hujan 80-110 hari/tahun.

Pada ketinggian tanah 0-1.200 m dari permukaan laut (dpl), kemiri dapat tumbuh dan berbuah, tapi hasil terbaik diperoleh jika ditanam pada ketinggian 0-800 m dpl.

 

2. Persiapan Bibit

Benih didapatkan dari buah yang sudah masak dan jatuh. Sebelum disemai, biji direndam dahulu dengan air dingin selama 15 hari. Setelah itu, retakan biji dengan cara dipikul menggunakan palu atau yang lainnya.

Mengikir biji pada bagian yang akan keluar akar lembaga. Setelah 45 hari semai siap di sapih dan dilakukan seleksi semai. Pilihlah semai yang tegak lurus dan sehat. Saat mencabut dilakukan dengan hati-hati agar akar tidak rusak atau luka.

Biji yang telah didapatkan, disemaikan dengan media tabur yang terbuat dari campuran tanah dan pasir dengan perbandingan 1 : 2 kemudian disaring dengan menggunakan kawat saringan yang memiliki ukuran 2 mm. Sebelum dimasukkan ke dalam bak plastik, agar bebas dari hama dan penyakit media tabur tersebut disterilkan dengan cara di goreng. Biji benih di semai dengan kedalaman sekitar 2,5 hingga 10 cm. Pembibitan baru bisa digunakan setelah berumur sekitar 6 bulan hingga 1 tahun.

 

3. Penyiapan lahan.

a) Program HTR mengarahkan adanya peredaran penanaman tanaman hutan, dengan demikian perlu di desain sedemikian rupa, agar lahan yang disediakan untuk digarap dapat secara periodik menghasilkan tanaman hutan. Untuk itu pemilihan tanaman didasarkan pada luas yang digarap dan komodite yang ditanam sesuai dengan umur panen. (lihat Model Budidaya Hutan Tanaman Rakyat).

b) Budidaya di lahan HTR (Hutan Tanaman Rakyat) menggunakan sistem tumpang sari pada tahun pertama sampai dengan tahun ke empat. Dengan sistem tersebut menentukan jarak tanam yang memberikan peluang bagi tanaman sela untuk tumbuh dan jarak tanam yang tepat. Untuk tanaman kemiri jarak tanam yang digunakan adalah 4 m x 4 m atau 5 m x 5 m. Untuk membantu jarak tanam dan arahnya tertata rapi maka dibuat dengan diajir dahulu.

c) Lahan dibersihkan dari tanaman pengangu dan pada ajir di lubangi dengan ukuran : 40 x 40 x 30 cm.

Baca Juga :
Inilah Manfaat Dan Fungsi Green House Sebenarnya
Rahasia Dalam Budidaya Bunga Krisan dan Metode Perawatannya
Inilah Ragam dan Pengertian Tanaman Hortikultura
Inilah Penyedap Rasa Yang Kaya Akan Manfaat Serta Metode Membudidayakannya

 

 

4. Penanaman Kemiri
Seminggu sebelum penanaman, lakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk anorganik berupa pupuk urea, KCl dan SP dengan dosis masing masing 75 gram, 50 gram, dan 50 gram per lubang tanam. Untuk memperbaiki tanah baik dari fisik maupun kimia dan biologi maka gunakan bio P 2000 Z, Phosmit dan air dengan perbandingan 1 : 1: 180. Kemudian siramkan pada lubang tanam sebanyak 0,5 liter.

Selanjutnya lakukan penanaman bibit kemiri yang telah disiapkan, bibit tersebut di tanam dan ditimbun hingga batas leher akar.

 

5. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman kemiri dapat dilakukan cara pengendalian gulma & tanaman pengganggu lainnya, penyiraman, pemupukan dan pemangkasan.

Pengendalian Gulma dan Tanaman Pengganggu Lainnya. Pemeliharaan tanaman kemiri berumur muda (1-3 tahun), yang paling utama adalah menjaga agar di sekitar batang pokok tanaman tidak ditumbuhi oleh gulma atau tanaman pengganggu lainnya. Untuk mengatasi gulma atau tanaman pengganggu lainnya dapat dilakukan dengan cara mekanis yakni setiap 3 bulan sekali mencabut gulma atau tanaman pengganggu tersebut. Ketika membersihkan gulma, sekaligus dapat dilakukan pendangiran agar komposisi udara di dalam tanah tetap baik.

Penyiraman.
Pada saat tanaman kemiri masih muda (berumur 1-3 tahun), sangat membutuhkan air yang cukup. Pada musim kemarau, tanaman kemiri pada umur 1 sampai 3 tahun sangat perlu disiram setiap hari, khususnya setelah dilakukan pemupukan.

Pemupukan.
Tanaman Kemiri adalah tanaman yang tidak menuntut kesuburan tanah, tetapi tetap perlu diberi pupuk secara rutin agar produksi buahnya menjadi lebih baik. Pada tanaman berumur muda, pemupukan mutlak diperlukan. Pemupukan dapat dilakukan dari pupuk kandang (organik) maupun pupuk kimia (anorganik).

Dalam satu tahun, pemberian pupuk kandang untuk tanaman kemiri muda sebaiknya dilakukan satu kali. Pemupukan dapat dilakukan dengan cara menggali tanah melingkari batang pohon tanaman sedalam 40 cm dan sedikit di luar lingkar tajuk daun. Pupuk kandang dimasukkan ke dalam galian tersebut secara merata dengan permukaan 10 cm dibawah permukaan tanah, kemudian ditutup kembali dengan tanah. Pemberian pupuk kandang akan menambah kesuburan tanah dan memperbaiki kondisi fisik tanah.

Jika pemupukan dilakukan dengan pupuk kimia, maka jenis pupuk yang akan dipakai harus dipilih sesuai kondisi tanaman. Pada tanaman muda dapat diberikan pupuk yang kandungan Kalium rendah, dan kandungan fosfor serta Nitrogen tinggi. Sedangkan pada tanaman dewasa atau yang sudah berproduksi diberi pupuk dengan kandungan Kalium tinggi. Jenis-jenis pupuk kimia yang mengandung unsur-unsur tersebut adalah urea (mengandung Nitrogen), TSP (mengandung Phosfor) dan KCL (mengandung Kalium).

Pupuk kimia diberikan dua kali dalam setahun, yaitu waktu menjelang musim hujan dan menjelang musim kemarau. Cara pemupukan dapat dilakukan dengan cara menggali tanah melingkar batang pokok tanaman tepat dibawah lingkaran tajuk daun yang terluar. Pupuk di masukan secara merata dalam lubang galian tanah tersebut, kemudian ditimbuni tanah kembali.

Dosis pemupukan untuk satu batang tanaman kemiri sebagai berikut:

Tanaman berumur satu tahun: Urea 50 gram, TSP 40 gram dan KCL 10 gram;
Tanaman berumur dua tahun: Urea 100 gram, TSP 80 gram dan KCL 20 gram;
Tanaman berumur tiga tahun: Urea 150 gram, TSP 120 gram dan KCL 40 gram;
Tanaman berumur empat tahun: Urea 200 gram, TSP 150 gram dan KCL 60 gram;
Tanaman berumur lima tahun: Urea 300 gram, TSP 150 gram dan KCL 100 gram;
Tanaman berumur enam tahun: Urea 500 gram, TSP 150 gram dan KCL 250 gram;
Tanaman berumur diatas tujuh tahun: Urea 1000 gram, tanpa TSP dan KCL 750 gram.

Pemangkasan.
Pemangkasan pada tanaman Kemiri mempunyai beberapa manfaat, yaitu:
1) Percabangan menjadi lebih banyak dan tanaman tidak terlalu tinggi sehingga mudah dalam memanen buahnya;
2) Mencegah tumbangnya tanaman kemiri yang berasal dari bibit pencangkokan;
3) Dapat memudahkan perawatan, misalnya dalam menghilangkan tanaman pengganggu seperti benalu, memudahkan penyemprotan pestisida untuk membasmi hama dan penyakit;
4) Dapat mempermuda bagi tanaman yang telah tua;
5) Dapat mempercepat tanaman berbunga dan berbuah (mengatur C/N ratio).

Pemangkasan sebaiknya dilakukan ketika musim hujan, karena untuk pertumbuhan tunas-tunas baru, pohon kemiri membutuhkan banyak air. Pemangkasan juga harus diikuti dengan pemupukan anorganik. Pemangkasan dilakukan pada cabang-cabang pohon yang sudah tua, rusak, lemah, sakit, atau yang terlalu berdempetan satu dengan yang lainnya, agar sirkulasi udara dan sinar matahari cukup.

 

6. Panen

Tanaman kemiri memiliki dua produk yaitu :

Buah kemiri yang dapat digunakan berbagai kebutuhan. Tanaman kemiri akan berbuah setelah berumur 3,5 s/d 4 tahun. Buah dalam 1 tanaman cukup banyak dengan nilai cukup menjanjikan.

Kayu kemiri, merupakan kayu yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Setidak-tidaknya sebagai kayu bakar. Pertumbuhan tanaman kemiri yang relatif cepat merupakan suatu potensi penggadaan kayu untuk berbagai kebutuhan tersebut.

Semoga Artikel Ini Bermanfaat Bagi Anda “Cara Budidaya Kemiri”. Jangan Lupa Baca Web Kami Yang Lain

Sekian Dari Saya Terima Kasih………

See U Again

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *