Kelebihan Dan Kekurangan Dari Sistem Aeroponik

Please log in or register to like posts.
News

Sistem aeroponik merupakan cara membudidayakan tanaman atupun sayuran tanpa
menggunakan media tanam untuk tumbuh. Tanaman digantungkan di suatu tempat dengan akar yang dibiarkan tumbuh menggantung kebawah . Nutrisi diberikan dengan cara disemprotkan. Agar tanaman dapat tumbuh maksimal maka kelembapan udara tempat tanaman budi daya harus dijaga.

Prinsip dari aeroponik adalah sebagai berikut : Helaian styrofoam diberi lubang-lubang tanam dengan jarak 15 cm. Dengan memakai ganjal busa atau rockwool, bibit semaian sayuran ditaruh pada lubang tanam. Akar tanaman akan dibiarkan menjuntai bebas ke bawah. Di bawah helaian styrofoam terdapat sprinkle aeroponik (pengabut) yang memancarkan kabut larutan hara ke atas hingga mengenai akar. Aeroponik sebenarnya merupakan salah satu modifikasi dari hidroponik terbaru. Keunggulan Aeroponik Oksigenasi dari butiran – butiran kabut halus larutan hara yang sampai ke akar ialah kunci keunggulan sistem aeroponik. Selama perjalanan dari lubang sprinkler sampai ke akar, butiran akan menghambat oksigen dari udara sehingga DO dalam butiran akan meningkat. Sistem aeroponik sangat bagus karena sistem aeroponik dapat menghasilkan butiran – butiran cairan halus (droplet) berupa kabut.

Kelebihan dari bentuk kabut adalah
1. lebih mudah diserap tanaman,
2. mudah terbang diudara sehingga distribusi merata jatuhnya perlahan sebab bersifat
menyerupai gas. Aeroponik sesuai dengan kaidah konservasi air dan nutrisi. Evaporasi pada sistem aeropink hingga mencapai O% karena sistem terisolasi (sealed). Sedangkan sisa air yang tidak menempel di akar akan kembali ke larutan yang ada di bawah. Sirkulasi air dan interval penyemprotan dapat dikontrol dengan menggunakan timer sehingga tanaman akan mendapatkan air sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.

Aeroponik meningkatkan efisiensi penggunaan unsur hara. Pengabutan nutrisi yang otomatis diberikan langsung mengenai akar tanaman sehingga akar dapat menyerap nutrisi dengan lebih mudah. Sisa nutrisinya yang tidak menempel pada akar tanaman akan kembali lagi ke larutan yang ada dibawah tanaman, dan akan disemprotkan lagi.

sistem aeroponik juga mengoptimalisakan potensi lahan sempit karena tidak harus
dibangun pada area yang luas. Aeroponik meminimalisasi resiko terkena damping off
karena larutan tidak terkena genangan larutan nutrisi. Sayuran yang di tanam dengan
menggunakan sistem aeroponik memiliki penampilan yang cukup prima serta mengandung nilai gizi dan vitamin yang cukup tinggi karena diberikan nutrisi sesuai kebutuhan tanaman. Sistem aeroponik bisa meningkatkan pertumbuhan hingga 10 x lebih cepat pada beberapa tanaman semusim daripada menumbuhkan diatas tanah. Dengan sistem aeroponik pertumbuhan tanaman sangat pesat karena akar memperoleh cukup banyak larutan nutrisi . Nutrisi mencapai perakaran secara langsung tanpa media perantara. Sebab, media perantara bisa menyerap nutrisi dan mengandung bakteri. Kecepatan hantar nutrisi metode aeroponik hingga mencapai 135 % lebih cepat daripada hidroponik yang lain.

Kekurangan Sistem Aeroponik
Kelemahan dari sistem ini adalah penggunaan pompa listrik yang sangat bergantung pada ketersediaan listrik. Sehingga jika pompa yang digunakan untuk menyemprotkan air dan nutrisi tersebut mati, maka yang akan terjadi adalah tanaman yang ditanam juga akan mati. Jadi harus anda benar-benar pastikan bahwa sistem cadangan yang mendukung pompa tetap aktif.

Sekian Artikel Yang Saya Buat Semoga Bermanfaat, Selamat Mencoba…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *