Inilah Pestisida Alami Mimba Dan Tips Cara Membudidayakannya

Please log in or register to like posts.
News

Mimba atau nama latinnya (Azadirachta indica A.Juss) adalah salah satu tanaman penghasil bahan dasar dari pestisida. Tanaman mimba mengandung berbagai senyawa bioaktif antara lain azadirachtin, salannin, nimbinen, dan meliantriol. Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lombok, dan Sumbawa adalah daerah yang sering di jumpai tumbuhan mimba

Tinggi tanaman mimba berkisar 10-25 m, berbatang tegak dan berkayu. Memiliki daun mejemuk terletak berhadapan, panjang sampai 5-7 cm, lebar 3-4 cm. Berbiji bulat berdiameter Kurang lebih 1 cm dan berwarna putih. Tanaman mimba harus di tanam dengan curah hujan sekitar 400-1200 mm/tahun.Tanaman mimba juga dapat bertahan dalam kekeringan dan dapat tumbuh pada ketinggian sekitar 0-800 MDPL yaitu mulai dari daratan sampai ke daerah lereng di perbukitan. Tanaman mimba dapat tumbuh pada tanah marginal seperti tanah laterit dan berkapur, tanah dangkal berbatu mengandung sedikit air, serta pada tanah berkapur keras atau mengandung lapisan liat pada permukaannya. Tingkat keasaman tanah (pH) yang dibutuhkan kurang lebih sekitar 5.9 – 7.0, sedangkan temperatur yang sesuai adalah 21-320 C. Tanaman mimba memerlukan tingkat intensitas cahaya penuh antara 80-100%, dengan kecepatan fotosintesa 10-17 normal CO2/m/detik.

 

1.Bibit dan persiapan bibit

Bibit yang digunakan tuntuk bibit diperoleh dan diperbanyak secara generatif (melalui biji) maupun vegetatif (cangkok, stek, penyambungan).

Memperbanyak pohon mimba secara generatif atau biji sebagai benih sebaiknya berasal dari buah yang sudah masak fisiologis. Biji selanjutnya dicuci dan disemaikan dalam bak persemaian atau langsung dalam polibag. Biji yang telah disemaikan ke dalam bak pernyemaian, dapat dipindahkan ke polybag jika setelah 10-15 hari. Bibit dapat dipindahkan ke lapang asal telah berusia 3-4 bulan dan dengan tinggi sekitar 60-150 cm.

Perbanyakan secara vegetatif dilakukan dengan stek yang diperoleh dari cabang atau ranting muda yang telah berkayu. Stek berukuran 20-30 cm serta memiliki 3-4 mata tunas. Mengambil bibit dari stek harus dari tanaman induk yang sehat, bebas patogen, memiliki pertumbuhan normal, serta mampu memproduksi cukup tinggi. Teknik penyambungan memiliki prinsip penggunaan batang bawah dari tanaman yang berakar cukup baik, sedangkan batas atas berasal dari tanaman yang produksinya tinggi dan cepat berproduksi.

Persiapan lahan

Persiapan lahan meliputi pemilihan lahan yang memiliki agroklimat sesuai untuktanaman mimba, yang selanjutnya diolah guna mendapatkan sifat fisik tanah yang baik serta sesuai untuk pertumbuhan tanaman. Suatu kondisi yang menguntungkan dalam pembudidayaan mimba adalah tanaman ini tidak membutuhkan persyaratan tumbuh yang sulit, artinya dapat tumbuh di berbagai areal lahan dimana tanaman lain sulit tumbuh dan berkembang serta tidak membutuhkan pengolahan tanah yang intensif.

Penanaman

Penanaman mimba dalam suatu areal yang luas dapat dilakukan secara barisan. Metode penanaman ini dilakukan dengan cara memberi jarak tanam antar baris 4-5 m dengan jarak tanam dalam barisan 2-3 m. Penanaman sebaiknya dilaksanakan di awal musim penghujan supaya tanaman muda tidak mengalami cekaman kekeringan sehingga meningkatkan efisiensi penanaman.

Penyulaman

Penyulaman merupakan penggantian tanaman yang sudah mati atau tanaman yang memiliki pertumbuhan yang kurang baik. Pekerjaan ini dilakukan kira-kira sekitar 2-4 minggu setelah tanam, karena pada saat itu telah diketahui bibit yang mati atau pertumbuhannya kurang baik.

Pola Tanam

Penanaman tanaman mimba biasanya berfungsi sebagai tanaman pembatas areal di daerah perkebunan atau hutan masyarakat dan di pinggir jalan untuk tanaman penahan angin. Pada lahan yang topografinya bergelombang dan terbuka, penanaman tanaman mimba dalam pola budidaya lorong paling utama dimanfaatkan untuk penahan angin ‘wind break”. Pada umumnya penanaman pohon mimba dilakukan pada areal yang luas karena itu, produktivitas lahan dapat ditingkatkan dengan menanam tanaman lain seperti plandingan, wijen, jarak, tanaman obat, tanaman penghasil minyak atsiri atau tanam-tanaman lain yang tahan iklim kering. Fungsi tanaman sela tersebut dilakukan pada saat menunggu tanaman mimba tumbuh besar dan berproduksi.

Panen

Jika tanaman yang tumbuh baik maka panen dapat dilakukan pada usia 3 tahun, namun seringkali dijumpai tanaman mulai berproduksi setelah berumur 4 tahun. Pemanenan biasaya bisa dilakukan 3 bulan setelah tanaman sudah mulai berbuah. Pada saat tersebut buah akan matang dan jatuh ke tanah. Pohon berbuah biasanya berlangsung pada bulan Januari/Pebruari sampai Mei. Kadang-kadang ditemui juga tanaman berbuah pada bulan Maret/April dan Juli/Agustus. Tanaman yang sudah berusia 8-10 tahun mampu menghasilkan biji sekitar 9 kg, sedang yang berusia 15-20 tahun menghasilkan 13 kg biji dan tanaman yang berusia di atas 20 tahun menghasilkan 19 kg biji.

Untuk Info selengkapnya silahkan klik saja DISINI. Update harga polybag silahkan klik DISINI.

Sedangkan Cara pemesanan silahkan langsung hubungi kami:
SMS/Call/WA: 08123-258-4950 | 0877-0282-1277 | 0852-3392-5564
Phone/fax: 031-8830487
Email: limcorporation2009@gmail.com

#Dapatkan update info pertanian & perkebunan disini http://bit.ly/2eF5TlK.

# Kunjungi juga blog kami tentang produk pertanian lainnya, di www.agrobis99.com

@ULM

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *