Cara Mudah Budidaya Tanaman Porang

Please log in or register to like posts.
News

Tanaman porang atau yang memiliki nama latin amorphopallus oncophillus ialah tanaman yang hidup di hutan tropis. Tanaman yang bisa juga ditanam di dataran rendah tersebut mudah hidup di antara tegakan pohon hutan seperti pohon Jati dan Pohon Sono. Di daerah Jawa, porang dikenal dengan nama iles-iles atau suweg. Termasuk tumbuhan semak (herba) yang memiliki tinggi 100 – 150 cm dengan umbi yang ada di dalam tanah.

Batang tegak, lunak, batang halus berwarna hijau atau hitam belang-belang (totol-totol) putih. Batang tunggal memecah menjadi tiga batang sekunder dan akan memecah lagi sekaligus menjadi tangkai daun. Pada setiap pertemuan batang akan tumbuh bentol berwarna coklat kehitam-hitaman sebagai alat perkembangbiakan tanaman Porang. Tinggi tanaman dapat mencapai 1,5 meter sangat tergantung umur dan kesuburan tanah. Umbi inilah yang akan dipungut hasilnya karena memiliki zat glucomanan.

Tanaman tersebut kini mempunyai prospek yang menjanjikan karena memiliki nilai ekonomi yang bisa dibudidayakan. Selain itu, Porang banyak digunakan terutama pada industri dan kesehatan, hal ini karena kandungan zat Glucomanan yang ada di dalam porang. Berikut ialah berapa manfaat umbi porang antara lain:
– Bahan lem
– Mie
– Tahu
– Perekat tablet
– Pembungkus kapsul
– Penguat kertas
– Industri texstile
– Pengganti selulosa pada industri perfilm man
– Pertambangan(Batu bara sebagai pengikat Partikel)
– Bahan makanan (Pembuatan Konyaku,Shirataki serta berbagai makanan Jepang)
– Bahan imitasi
– Industri kosmetika(Penghalus kulit)
– Kesehatan(Mencegah naik nya kadar kolesterol dalam darah,menngobati kencing manis,turunkan darah tinggi
– Industri pesawat terbang(Bahan pembuat parasut terjun payung,Dan alat alat pesawat terbang.

Cara Budidaya Tanaman Porang

a. Syarat Tumbuh
Tanaman Porang memiliki toleransi yang sangat tinggi terhadap naungan atau tempat teduh. Tanaman Porang membutuhkan cahaya maksimum hingga 40%. Tanaman Porang dapat tumbuh pada daerah dengan ketinggian sekitar 0 – 700 mdpl tapi yang paling paik adalah daerah dengan ketinggian 100 – 600 mdpl. Tanaman Porang menghendaki tanah yang gembur dan subur serta tidak tergenang air dengan derajat keasaman atau pH tanah sekitar 6 – 7.

b. Teknik Perkembangbiakan Porang
Perkembangbiakan tanaman Porang dapat dilakukan dengan cara generatif maupun vegetatif. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk melakukan perkembangan bibit porang yaitu:

1. Perkembangbiakan dengan Bintil atau Katak
Dalam 1 kg bintil atau katak berisi sekitar 100 bintil atau katak. Pada masa panen bintil atau katak dikumpulkan kemudian di simpan hingga memasuki musim hujan dapat langsung di tanam pada lahan yang telah disiapkan.

2. Perkembangbiakan dengan Biji atau Buah
Tanaman porang akan menghasilkan bunga yang kemudian menjadi buah atau biji membutuhkan waktu urang lebih 4 tahun. Dalam satu tongkol buah dapat menghasilkan biji hingga 250 biji yang nantinya dapat digunakan sebagai bibit porang dengan cara di semai terlebih dahulu.

3. Perkembangbiakan dengan Umbi
Ada dua jenis perkembangbiakan dengan umbi yaitu dengan umbi kecil dan umbi besar. Umbi kecil didapatkan dengan melakukan pengurangan tanaman yang sudah terlalu rapat dan perlu penjarangan. Tanaman hasil penjarangan dikumpulkan yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai bibit. Namun jika menggunakan umbi besar dapat dilakukan dengan cara, umbi besar yang telah diperoleh dibagi menjadi beberapa bagian yang kemudian ditanam pada lahan yang sudah disiapkan.

c. Cara Menanam Porang
Menanam porang yang baik tentu saja dibawah naungan pohon-pohon besar seperti pohon jati atau yang lainnya. Dengan menggunakan sistem bercocok tanam tumpang sari tersebut maka akan lebih mudah melakukan perawatan.

d. Pemanenan Porang
Porang dapat dipanen setelah 3 tahun setelah tanam. Cara memanen porang ini yaitu dengan cara mengambil umbi yang paling besar dan umbi yang kecil dibiarkan saja di lahan tanam agar pada saat musim hujan umbi tersebut dapat tumbuh kembali. Setelah umbi dipanen lalu dibersihkan dari kotoran seperti sisa tanah dan akar, kemudian umbi di potong lalu dijemur, dalam memotong umbi lakukan dengan benar karena itu akan menentukan kualitas porang yang dihasilkan.

e. Penentuan Kualitas Porang
Jika salah memotong dan porang tidak kering pada saat proses penjemuran, maka pada umbi akan itumbuhi jamur. Apabila porang ditumbuhi jamur maka akan menyebabkan turunnya nilai rupiah yang akan didapatkan karena kualitas potongan porang tidak baik.

Demikian artikel tentang “ Cara Mudah Budidaya Tanaman Porang ” semoga bisa menambah wawasan anda dan selamat mencoba :)…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *