Cara Mudah Lengkap Budidaya Sayur Brokoli

Brokoli (Brassica oleracea var. botrytis forma cymosa) termasuk dalam famili Brassicaceae bentuknya mirip dengan kubis. Bakal bunganya membesar menyerupai telur yang berbentuk lonjong dan berwarna hijau atau putih. Krop/kelopak brokoli tersusun dari kuntum-kuntum bunga dengan tangkai yang tebal. Berikut ini ada beberapa kiat dan teknik cara menaman brokoli yang baik agar memperoleh hasil yang berkualitas:

  • Benih

Varietas brokoli yang dianjurkan untuk di tanam di Indonesia antara lain adalah Bejo atau varietas lokal yang biasa ditanam di daerah setempat. Kebutuhan benih brokoli yaitu sekitar 300-350 g/ha tergantung jarak tanam yang di gunakan.

  • Persemaian

Sebelum disemai, benih direndam terlebih dahulu dalam air hangat dengan suhu 50°C atau dalam larutan Previcur N (1 cc/l) selama satu jam. Benih disebar merata pada bedengan pesemaian dengan media berupa campuran tanah dan pupuk kandang/kompos (1:1), kemudian ditutup dengan daun pisang selama 2-3 hari. Bedengan diberi atap screen/kasa/plastik transparan agar terhindar dari serangan OPT.

Setelah berumur 7-8 hari, bibit baru dipindahkan ke dalam bumbunan daun pisang/pot plastic/polybag dengan media yang sama yaitu tanah dan pupuk kandang steril. Setelah bibit berumur 3–4 minggu atau sudah memiliki 4-5 helai daun berati itu tanda bahwa bibit sudah siap dipindah untuk ditanam dilapangan.

  • Persiapan Lahan

Sisa–sisa tanaman dikumpulkan kemudian dikubur. Tanah dicangkul sampai gembur. Lubang tanam brokoli antara jarak tanam 70 cm (antar barisan) x 50 cm (dalam barisan) atau 60 cm x 40 cm.Untuk pengapuran dapat dilakukan menggunakan Kaptan/Dolomit dengan dosis 1,5 ton/ha (sesuai ph tanah), pada waktu 3-4 minggu sebelum proses penanaman bersamaan dengan pengolahan lahan. Kaptan/Dolomit ditebar terlebih dahulu di atas permukaan tanah lalu diaduk merata atau dilakukan pembajakan lagi. Pengapuran ini dilakukan apabila pH tanah kurang dari 5,5.

BACA JUGA :
Inilah 7 Tahapan Penting Dalam Budidaya Tanaman Nanas
WOW!!! Beginilah Cara Budidaya Tanaman Gambir
Inilah Cara Jitu Budidaya Tanaman Duku
Inilah Penyebab Tanaman Mangga Berbuah Masam & Cara Mengatasinya
Budidaya Ikan Patin Menggunakan Terpal Plastik 

  • Pemupukan

Pupuk yang diberikan antara lain pupuk kandang atau kompos dan pupuk buatan. Pupuk kandang dapat berupa pupuk dari kandang sapi 30 ton/ha maupun pupuk kandang domba 20 ton/ha dan kompos jerami padi 18 ton/ha. Sedangkan pupuk buatan berupa Urea sebanyak 100 kg/ha, ZA 250 kg/ha, SP-36 250 kg/ha dan KCl 200 kg/ha. Untuk setiap tanaman membutuhkan Urea sebanyak 4 g + ZA 9 g, SP-36 9 g, dan KCl 7 g.

Pupuk kandang (1 kg), setengah dosis pupuk N (Urea 2 g + ZA 4,5 g), pupuk SP-36 (9 g) dan KCl (7 g) diberikan pada tiap lubang tanam sebelum penanaman. Sisa pupuk N (Urea 2 g + ZA 4,5 g) per tanaman diberikan pada saat tanaman berumur 4 minggu.

  • Pemeliharaan Tanaman Brokoli

– Penyiraman atau Pengairan
Saat waktu pertumbuhan awal atau masa pembentukan bunga, kondisi tanah harus selalu dijaga supaya tetap dalam keadaan basah. Dengan begitu lakukan penyiraman seminggu 2 – 4 kali, atau melihat kondisi tanah.

– Perempelan
kerjakan perempelan cabang sedini mungkin supaya ukuran dan kualitas masa bunga yang terbentuk dapat lebih optimal. Sesudah terbentuk masa bunga, ikatlah daun – daun tua, sehingga pada masa bunga dapat ternaungi matahari.

– Penyulaman
Penyulaman bertujuan untuk mengganti tanaman yang tida dapat tumbuh degan normal maupun rusak atau mati. Penyulaman hanya dapat dikerjakan sebelum tanaman berumur dua minggu.

– Penyiangan
Penyiangan awal dikerjakan pada 7 – 10 hari setelah tanam, bertepatan dengan penggemburan tanah dan juga pemupukan. Penyiangan yang kedua dikerjakan pada 20 hari setelah tanam, dan penyiangan ketiga pada 30 -35 hari setelah masa tanam. Ketika mengerjakan penyiangan dan penggemburan, harus dilakukan dengan hati – hati dan jangan terlalu dalam, karna apabila tidak begitu dapat rusak. Penyiangan dapat dihentikan pada masa akhir pertumbuhan vegetatif atau mulai memasuki masa pembungaan.

– Pengendalian Hama dan Penyakit
Untuk mengendalikan hama dan penyakit bisa dikerjakan dengan pemakaian benih yang bebas penyakit, yaitu dengan merendam benih ke dalam air panas bersuhu 500 C atau direndam ke dalam fungisida / bakterisida selama 15 menit. Pengendalian hama juga dapat dikerjakan lewat rotasi tanaman, sanitasi kebun, menanam kultivar /varietas yang tahan penyakit.

Melakukan sterilisasi media semai bertujuan untuk mencegah tanaman dari kerusakan mekanis atau gigitan serangga, dengan mencabut tanaman yang terserang penyakit, serta melakukan pengapuran pada tanah yang masam. Sedang untuk mencegah serangan hama penyakit, lakukan penyemprotan pestisida walaupun belum ada gejala serangan hama. Penyemprotan tersebut bisa dikerjakan setiap 2 minggu sekali.

  • Panen dan Pascapanen

Brokoli dapat dipanen pada saat bunga sudah padat, bunga mencapai ukuran maksimal, atau ketika tanaman brokoli sudah berumur 55 – 100 hari, (tergantung varietas / kultivar tanaman) dengan cara memotong pangkal batangnya dengan menyisakan 6–7 helai daun untuk membungkus bunga. Waktu pemanenan sebaiknya dilakukan pada waktu pagi hari setelah embun menguap atau pada waktu sore hari sebelum embun turun. Keterlambatan panen menyebabkan bunga tumbuh tidak merata, berwarna kekuningan dan merekah. Kelebihan pupuk N juga dapat menghasilkan bunga seperti bunga yang terlambat panen sehingga mutunya rendah.

Brokoli mudah mengalami kelayuan apabila tidak disimpan dalam kondisi dingin setelah pemanenan. Krop brokoli dapat bertahan kurang lebih 3 minggu apabila disimpan pada suhu 1°C . Krop brokoli dapat dibungkus dengan plastik polythene film untuk menjaga kesegaran.

One Comment on “Cara Mudah Lengkap Budidaya Sayur Brokoli”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *