5 Tahapan Penting Dalam Budidaya Ikan Patin Di Kolam Terpal

Please log in or register to like posts.
News

Patin adalah ikan air tawar bewarna putih keperakan dengan panjang rata-rata 120 cm, termasuk bongsor jika dibandingkan dengan ikan-ikan air tawar domestik pada umumnya. Ikan patin memiliki daging yang gurih dan lembut, tulangnya sering dimanfaatkan menjadi kaldu ikan yang sedap, durinya menjadi bahan campuran abon ikan patin, dan tentu saja, kepalanya sering diolah menjadi makanan lezat.
Ikan patin memiliki ciri-ciri yang mirip dengan ikan lele, ikan ini masuk dalam jenis ikan berkumis dan berkulit licin tidak bersisik. Ikan ini banyak digemari masyarakat karena memiliki daging yang banyak dan tulangnya tidak terlalu banyak.

Ikan patin banyak diolah menjadi sup ataupun dibakar, jenis ikan ini juga sangat bernilai ekonomis mengingat kebutuhan akan ikan ini juga cukup banyak. Harga ikan patin mencapai 25-30 ribu per kilo. Tentunya ini bisa menjadi peluang bisnis bagi Anda yang ingin mengembangkan usaha budidaya ikan.

  • Untuk dapat membudidayakan ikan patin di kolam terpal dapat dilakukan dengan beberapa langlah berikut:

1. Menyiapkan Kolam Dari Terpal
Sebelum memulai untuk beternak ikan, persiapkan terlebih dahulu kolam yang cukup mewakili jumlah ikan yang akan anda budidayakan. Selain ukuran, kolam juga harus membuat ikan betah dan bisa beradaptasi dengan kolamnya, sehingga tidak stress dan mati. Untuk membuat kolam dari terpal dapat menggunakan terpal dengan ukuran 4m x 6m. Mengapa menggunakan ukuran terpal ini, karena ukuran ini cukup besar dan mudah untuk dibentuk..
Jika satu terpal dianggap belum cukup untuk jumlah bibit yang akan ditebar, maka buatlah beberapa kolam dengan menggunakan ukuran terpal yang sama.
Siapkan tiang-tiang pancang dengan ukuran 130cm atau lebih dengan tujuan nantinya kedalaman kolam adalah 1 meter. Pasanglah tiang-tiang pancang pada setiap sudut dan bagian tengah dengan ukuran kolam nantinya 2m x 4m. Setelah itu pasang terpal dan ikat terpal pada tiang tiang tersebut dengan menggunakan kawat agar lebih kuat da mampu menopang volume air.

Setelah terpal dipasang, isilah air sampai penuh dan lihat apakah ada kebocoran atau pemasangan yang tidak rapi, jika ada perbaikilah. Setelah kolam siap, jangan terburu-buru untuk memelihara ikan patin, namun masukkanlah batang pisang atau tanaman air seperti enceng gondok terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan bau terpal.
potong batang pisang lalu masukkan ke dalam kolam terpal yang telah diisi ikan, biarkan selama 1 minggu, kemudian kuraslah buang batang pisangnya dan isi kembali dengan air. Biarkan selama 3 hari sebelum bibit ikan patin dimasukkan. Kolam dengan ukuran 2m x 4m x 1m ini dapat menampung ikan patin sebanyak 10 ribu bibit.

Baca Juga :
Cara Menanam Bunga Melati Dalam Pot 
Inilah Langkah Mudah Budidaya Tanaman Buah Sirsak Agar Berbuah Lebat
Cara Mudah Tepat Praktis Budidaya Tanaman Obat
Insect net Jaring Kasa Untuk Greenhouse
Cara Memilih Polybag Untuk Pembibitan & Budidaya Tanaman

2. Memilih Bibit dan Penebaran Benih Ikan Patin
Untuk bisa menghasilkan ikan patin yang berkualitas selalu ikuti syarat yang tept budidaya ikan patin, baik dari cara pemilihan bibitnya, bibit patin yang memiliki kualitas baik diperolehd dari induk yang baik juga, sat budidaya ikan patin selalu di kontrol dll. Sebaiknya anda membeli benih ikan patin dari peternak ikan patin yang sudah berpengalaman, sehingga mereka tahu benih ikan patin yang benar-benar berkualitas. Setelah Anda mendapatkan bibit ikan patin, langkah selanjutnya adalah menebarkan benih ke kolam terpal yang telah dibuat sebelumnya. Benih yang siap ditebarkan di kolam biasanya memiliki panjang tubuh sepanjang ± 7 cm. Bibit sebesar ini cenderung memiliki daya tahan yang bagus sehingga kemungkinan hidupnya lebih tinggi.
Sebelum ditebarkan di kolam, benih terlebih dahulu harus beradapatasi dengan suhu kolam. Oleh sebab itu, masukan benih yang berada dalam kantong plastik (biasanya penjual benih menaruh benih ikan patin dalam plastik) ke dalam kolam selama ± 15 menit. Jika kantong plastik tersebut sudah berembun tanda suhu air kolam dan suhu air di kantong plastik sudah sama, maka buka kantong plastik secara perlahan dan biarkan benih ikan patin berenang keluar dengan sendirinya.

3. Perawatan Pada Ikan Patin
Pada dasarnya ikan patin sangat baik dibudidayakan pada kolam tanah yang berlumpur dengan aliran air yang baik, namun Anda tidak perlu khawatir, cara budidaya ikan patin di kolam terpal pun tidak kalah suksesnya dengan yang di kolam tanah. Kunci keberhasilannya adalah bagaimana melakukan perawatan yang benar pada budidaya ikan patin, Perawatan dapat dilakukan dengan memberikan pakan yang teratur dan mengganti air kolam secara berkala agar tidak menyebabkan ikan keracunan. Pemberian makan untuk ikan patin yang masih kecil dapat dilakukan pemberian pakan dengan cacing, atau menggunakan pelet dengan ukuran yang kecil. Jika ikan sudah memiliki ukuran yang besar, berikan pelet ikan dengan ukuran yang besar, Pemberian pakan dapat dilakukan 2 kali dalam sehari yaitu pagi dan sore hari dengan takaran disesuaikan dengan kapasitas makan ikan dan berat ikan. Biasanya semakin besar ikan maka jumlah makanannya pun akan semakin banyak anda juga bisa memberikan makanan tambahan berupa kerang, keong emas,bekicot, ikan sisa, sisa dapur dan lain-lain. Makanan alami yang diperoleh dari lingkungan selain mengandung protein tinggi juga menghemat biaya pemeliharaan.

4. Penanganan Hama dan Penyakit
Hama yang sering mengganggu keberlangsungan hidup ikan patin di kolam ialah lingsang, kura-kura, biawak, ular air, dan burung. Kamu bisa mencegah akses masuk hama dengan menerangi sekitar kolam dengan cahaya lampu karena hama-hama tersebut tidak menyukai daerah-daerah terang. Sedangkan untuk penyakit, ada dua tipe penyakit yang umumnya sering menyerang ikan patin: infeksi dan non infeksi. Penyakit non infeksi biasanya tidak menular, disebabkan oleh faktor-faktor diluar patogen. Sementara penyakit infeksi biasanya timbul akibat gangguan patogen. Untuk mencegahnya, kamu harus terus memperhatikan kondisi kebersihan kolam dan kualitas air sehingga terjaga dengan baik.

5. Masa Panen Budidaya Ikan Patin
Ikan patin dapat dipanen pada usia ikan sekitar 4 bulan atau disesuaikan dengan ukurannya atau permintaan pasar, pada usia 4 bulan berat ikan bisa mencapai 400gr – 600gr. Biasanya permintaan pasar berkisar pada 400gr per ekornya. Itulah 4 langkah cara budidaya ikan patin pada kolam terpal, banyak manfaat dan keuntungan yang bisa diperoleh dengan melakukan pemeliharaan ikan patin, selain biaya yang lebih murah, Anda bisa memanfaatkan halaman rumah Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *