Cara Budidaya Bawang Daun Yang Baik & Benar

Please log in or register to like posts.
News

Cara Budidaya Bawang Daun Yang Baik & Benar – Salah satu tanaman sayuran yang banyak dibudidayakan masyarakat Indonesia saat ini adalah tanaman bawang daun. Hal ini disebabkan bawang daun makin banyak digunakan untuk berbagai keperluan, antara lain sebagai salah satu bahan tambahan dalam masakan martabak, soto , sayur sop, bumbu tabur pada bakso, dll. Manfaat bawang daun ini yang utama adalah aromanya yang khas, sehingga masakan yang diberi bawang daun aroma & rasanya menjadi lebih nikmat.

Pembibitan
Menanam Benih atau bibit Bawang daun bisa diperbanyak lewat biji maupun tunas anakan. Umumnya petani Indonesia menggunakan setek tunas. Metodenya dengan memisahkan anakan dari induknya. Pilihlah induk yang sehat dan bagus pertumbuhannya. Tetapi untuk jenis bawang daun impor bibit yang digunakan adalah dari biji yang dibeli di toko pertanian. Umumnya jenis bawang daun introduksi ini tergolong hibrida yang memang tak baik diperbanyak dengan tunas anakan atau dari biji hasil penanaman sendiri.

Ada berbagai kelemahan bibit asal biji ialah panen bisa lebih lama l bulan dari saat dengan bibit asal tunas anakan. Kebutuhan setek untuk 1 ha areal penanaman bawang daun ialah 200.000 setek. Benih asal biji kebutuhannya sebanyak 1,5-2 kg/ha. Bibit asal setek anakan bisa langsung ditanam ke lahan. Akan tetapi, terlebih dahulu kurangi perakaran dan potong sebagian daun untuk mengurangi penguapan. Jika menggunakan biji, lakukan persemaian untuk memperoleh bibit.

BACA JUGA

Metodenya, cangkul tanah persemaian sampai gembur. Tambahkan pupuk kandang sepertiga bagian lapisan olah. Kemudian taburkan benih semetode merata, tak perlu dalam cukup 0,5-1 cm dari permukaan tanah. Tutupi dengan lapisan tanah tipis-tipis. Seminggu kemudian bibit tumbuh. Biarkan hingga mempunyai 2 atau 3 helai daun, baru dipindah ke lahan.

Penanaman
Penanaman bawang daun memerlukan wilayah perakaran yang gembur. Jadi sebaiknya tanah dicangkul dahulu sedalam 30-10 cm. Tambahkan pupuk kandang. Buat bedengan selebar 1,5-2 m. Panjangnya sesuai kondisi lahan. Diantara bedengan satu dengan lainnya dibuatkan parit sedalam 25 sampai 30 cm dengan lebar sekitar 30 cm. Gunakan jarak tanam 20 kali 25 cm atau 20 kali 30 cm. Bibit asal biji yang sudah disiapkan maupun tunas anakan bisa ditanam dengan metode dipendam.

Buat lubang kecil, masukkan bibit ke dalamnya dalam posisi tegak lurus. Tutupi dengan tanah. Tekan sedikit tanah di sekeliling batang agar sedikit dit. Selesai ditanam basahi tanah dengan penyiraman. Saat musim hujan cocok melakukan penanaman bawang daun karena sayur ini toleran terhadap curah hujan tinggi. Pada awal musim penghujan atau pada awal musim kemarau juga tidak menjadi masalah yang penting di musim kemarau ada air untuk menyiramnya.

Kini juga makin banyak para penghobi tanaman yang membudidayakan bawang daun ini dengan cara menanamnya dengan polybag, sehingga bisa dilakukan di pekarangan rumah tanpa lahan yang luas.

Pemeliharaan
Metode pemeliharaan tanaman bawang daun ini yaitu dengan menyiangi gulma yang tumbuh di areal pertanaman sambil melakukan penyiangan lakukan pendangiran. Teksatur tanah harus digemburkan karena mungkin terjadi pemadatan akibat penyiraman air dan proses pengeringan oleh sinar matahari. Bila terlihat tanah kekurangan air maka perlu dilakukan penyiraman. melakukan penyiraman sampai dengan keadaan tanah di sekitar pertanaman cukup basah dan merata. Selain langkah pemeliharaan di atas kita perlu pula menimbun bagian bawah batang. Naikkan tanah di sekitar batang agar pangkalnya tertutup. Selanjutnya dengan pemberian pupuk semetode teratur, pupuk diberikan di dalam larikan 5 cm di kiri dan kanan batang.

Hama & Penyakit
Gangguan Hama yang sering diternukan di areal penanaman bawang daun antara lain ulat tanah (Agrotis ipsilon). Hama ini bisa menjadikan tanaman rebah, pangkal batang yang diserang akan memperlihatkan bekas gigitannya. Bisa juga batang sampai terpotong hingga putus. Bisa juga ditemukan tanda gerigitan yang menjadikan daun berlubang yang disebabkan oleh larva Spodoptera eksigua famili Noctuidae yang merupakan hama utama di tanaman ini.

Saat tanaman masih kecil imagonya meletakkan telur di daun, dan ulatnya yang menetas memakan daun khususnya dari bagian pinggir dan bawah. Terbisa juga tanda-tanda korokan linier oleh larva liriomyza, gerigitan pangkal batang oleh kepinding tanah di masa vegetatif. Disamping itu terbisa juga imago pentatomidae, dan juga imago coccinelidae. Untuk mengendalikan hama tersebut bisa dilakukan dengan memberikan semprotan insektisida sesuai aturan ataupun dengan cara mengatur pola tanam pada tanaman tersebut.

Pemanenan
Saat yang tepat memanen bawang daun ialahh 2,5 bulan setelah tanam. Hal ini ditunjukkan dengan ciri fisik beberapa daun menguning, jumlah anakan maksimal 7 – 10 anakan.

Demikian artikel tentang Cara Budidaya Bawang Daun Yang Baik & Benar, semoga bermanfaat. Insya Alloh di lain waktu kita akan membahas tentang cara budidaya bawang daun dengan plastik polybag.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *