Panduan Cara Budidaya Tanaman Sayuran Hidroponik

Please log in or register to like posts.
News

Panduan Cara Budidaya Tanaman Sayuran Hidroponik – Hidroponik merupakan sebutan untuk sebuah teknologi bercocok tanam tanpa menggunakan tanah dengan menggunakan larutan nutrisi di dalam air. Media untuk menanam digantikan dengan media tanam lain seperti rockwool, arang sekam, zeolit, dan berbagai media yang ringan & steril untuk dipergunakan. Hal yang terpenting pada hidroponik ialah penggunaan air sebagai pengganti tanah untuk menghantarkan larutan hara ke dalam akar tanaman. Hidroponik sebenarnya berasal dari bahasa Yunani yaitu hydroponick. Kata hydroponick merupakan gabungan dari dua kata yaitu hydro yang artinya air & ponos yang artinya bekerja. Jadi bisa dikatakan hidroponik sistem penanaman dgn media tanam yang banyak mengandung air.

Budidaya tanaman hidroponik bisa dilakukan di dalam greenhouse. Greenhouse sering diartikan sebagai rumah kaca, namun saat ini penggunaan kaca sudah banyak digantikan dengan penggunaan plastik karena harganya yang lebih murah & gampang dibisa. Penggunaan greenhouse pada dasarnya untuk melindungi tanaman dari faktor alam seperti cuaca yang ekstrim (angin kencang, intensitas hujan & radiasi matahari yang tinggi), gangguan hama, serta melindungi tanaman dari kelembaban yang tinggi. Penggunaan greenhouse membuat tanaman terlindungi dari serangan hama sehingga penggunaan pestisida
bisa dihindari & produk yang dihasilkan menjadi lebih sehat.

BACA JUGA

Bertanam secara hidroponik mempunyai berbagai kelebihan dibandingkan dengan budidaya tanaman menggunakan media tanah. Kelebihan hidroponik antara lain:
1). Munculnya serangan hama & penyakit cenderung jarang, dan lebih gampang untuk dikendalikan
2). Pemakaian pupuk & air lebih efisien
3). Sayuran lebih bersih & steril
4). Beban kerja relatif lebih ringan karena tidak harus mengolah tanah & memberantas gulma
4). Pemberian larutan nutrisi bisa disesuaikan dengan kebutuhan tanaman
5). Budidaya sistem hidroponik bisa diusahakan di mana saja, tidak harus diusahakan pada lahan luas
6). Sayuran hidroponik bisa dibudidayakan tanpa bergantung pada musimnya.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, teknologi hidroponik lebih efektif & efisien untuk dijalankan dibandingkan dengan bercocok tanam secara konvensional. Penggunaan media air sebagai pengganti media tanah juga merupakan cara untuk berbagai limbah atau zat berbahaya yang mungkin terbisa di dalam tanah. Produk yang lebih higienis bisa menjadi kekuatan utama dari produk hidroponik yang bisa menarik minat konsumen untuk memilih produk hidroponik tersebut.

Produk sayuran sistem tradisional yang ditanam dengan media tanah menghasilkan pertumbuhan & kualitas tanaman yang kurang baik karena tanah yang dipergunakan secara terus menerus & berkelanjutan akan menurun tingkat kesuburan serta strukturnya. Teknologi hidroponik merupakan alternatif yang baik untuk memperoleh hasil produksi yang lebih baik dari segi kualitas, kuantitas serta kontinuitas. Nutrisi yang diberikan pada tanaman hidroponik bisa langsung diserap sempurna & waktu panen lebih cepat.

Sistem budidaya sayuran hidroponik bisa menjadi alternatif pilihan. Berbagai jenis sayuran dengan gampang bisa ditanam secara hidroponik, untuk sarananya bisa menggunakan paralon. Hidroponik dengan cara ini bisa diterapkan oleh siapa saja karena sangat gampang. Tanaman bisa ditempatkan dimana saja, yang penting pada saat hujan tanaman tidak kehujanan. Kalau kehujanan larutan nutrisi akan menjadi lebih encer dari yang seharusnya.

Seperti telah diketahui bahwa untuk pertumbuhannya tanaman memerlukan sinar matahari. Dalam satu hari tanaman minimal membutuhkan 5 jam penyinaran tetapi dengan intensitas yang rendah. Sinar matahari yang terik tidak baik untuk tanaman. Tanaman yang cocok ditanam dengan teknologi ini ialah tanaman sayuran daun seperti selada, pakcoy, caisim, bayam, kangkung & sebagainya. Penjelasan dibawah ini diharapkan bisa membantu agar menjadi lebih gampang memahami teknologi hidroponik sederhana ini.

Peralatan & bahan yang dibutuhkan, antara lain:
– Hidroponik kit untuk bercocok tanam, bisa dibuat dari paralon
– Media tanam Rockwool. Rockwool terbuat dari batuan volcanic yang di panaskan sedemikian rupa sehingga akhirnya terbentuk serat-serat. Media ini steril dari sumber hama, penyakit & gulma

Cara Sederhana Bercocok Tanam Sayuran Hidroponik
1. Benih sayur. Berbagai jenis sayuran daun bisa di tanam dengan teknologi ini. Misalnya kangkung, selada, pakcoy, caisim & sebagainya.

2. Nutrisi hidroponik Karena pada system hidroponik, tanaman menbisakan unsur hara dari larutan, maka larutan tersebut harus mengandung nutrisi.

3. Semai. Semaikan benih ke media yang sudah disiapkan. Pilih benih yang bernas (berisi). Gunakan pinset. Benih dibenamkan ke media sedalam kira-kira 2-5 mm.

4. Penyiraman Benih yang sudah disemai disiram sampai media tanam menjadi basah. Gunakan air bersih, belum menggunakan pupuk.

5. Tutup kit dengan plastic selama 3-5 hari. Tujuannya agar media jadi lembab & selalu hangat sehingga perkecambahan akan gampang. Benih akan berkecambah setelah 3-5 hari.

Isi hidroponik kit dengan larutan nutrisi sampai menyentuh bagian bawah dari media tanam. Sebaiknya Hidroponik kit harus diletakan pada tempat yang datar, menbisa sinar matahari & sebaiknya tidak kena hujan. Apabila nutrisi berkurang, tambahkan lagi larutan nutrisi. Sesudah 30 hari, sayuran bisa dipanen, tergantung jenis sayuran & sinar matahari. Teknik ini sangat minim pemeliharaan.

Demikian pembahasan kami tentang Panduan Cara Budidaya Tanaman Sayuran Hidroponik, semoga bermanfaat. Sering-sering berkunjung di blog ini ya…, akan selalu ada info baru disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *