Inilah Cara Jitu Budidaya Belut Agar Terhindar Dari Hama & Penyakit

Please log in or register to like posts.
News

Monopterus albus atau biasa disebut belut adalah salah satu jenis ikan yang sangat menyukai untuk hidup pada air yang berlumpur, ikan ini sangat kaya akan kandungan gizi bila dikonsumsi. Belut saat ini mengalami kenaikan permintaan pasar, dan untuk memenuhinya sering kali tidak mencukupi karena minimnya jumlah para pembudidaya belut saat ini. Dalam budidaya belut dapat dilakukan dikolam berlumpur ataupun di air bersih. Biasanya orang memilih untuk budidaya belut di komal tanah, beton, terpal atau di tong (drum). Namun kali ini kami akan memberi langkah-langkah budidaya belut dikolam terpal, sebgai berikut :

Ketika memilih budidaya belut menggunakan terpal, pastikan ukuran terpal yang akan anda gunakan tersebut sudah disesuaikan dengan jumlah belut yang akan dibudidayakan. Ukuran idealnya adalah sekitar 50-100 ekor/meter persegi. Media kolam terpal ini juga membutuhkan bahan organik berupa tanah dan kedebog pisang. Bahan tersebut digunakan sebagai penyangga kolam terpal yang sangat kuat agar tidak jebol. Selain itu, bahan organik tersebut juga dapat digunakan si belut sebagai tempat berlindung atau membenamkan dirinya dan juga sebagai santapan tambahan si belut.

  • Kolam terpal memiliki banyak keunggulan dibanding dengan kolam jenis lainnya, terlebih untuk budidaya ikan sidat di rumah, seperti :
    – Temperature air yang ada di dalam kolam terpal ini cenderung stabil.
    – Hasil budidaya sidat di kolam terpal cenderung tidak berbau tanah.
    – Pemanenan sidat akan cenderung lebih mudah.
    – Biaya pembuatan kolam cenderung lebih rendah.
    – Mudah dibersihkan.
    – Dapat digunakan di lahan yang terbatas.
    – Kelangsungan hidup belut lebih lama.
    – Produksi yang lebih singkat.
    – Pertumbuhan belut lebih cepat.Kolam Terpal Dapat Diaplikasikan Pada Daerah Kurang Air.
    – Kelangsungan Hidup Ikan Lebih Tinggi.
    – Jarang Ditemui Hama & Penyakit.

1. benih Belut
Setelah mempersiapkan tempatnya, cara budidaya belut selanjutnya adalah memilih benih, benih dapat dipilih mulai dari benih belut sawah, belut rawa, belut muara kali, dan belut super. Dari sekian jumlah benih belut yang bisa anda pilih, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan, antara lain:

Pilih benih belut yang bebas luka
– Hal pertama yang harus diperhatikan dalam memilih benih belut adalah memilih benih belut yang terbebas dari luka, baik luka terebut akibat gesekan benda kasar atau penyakit. Hal ini dilakukan agar belut tersebut tidak menularkan benih penyakit ke belut yang sehat.
– Tidak Lemas saat Dipegang, saat anda hendak memilih benih belut jangan pilih yang lembek, karena belut yang sehat memiliki tubuh yang keras.
– Usahakan memilih benih dengn uura yag sama, hal ini juga penting dilakukan, karena dengan ukuran yang sama biasanya tidak akan ada yang mendominasi ketika diberi makan. Kalau anda menemukan ukuran belut yang tidak sama besar, sebaiknya dipisahkan agar belut yang kecil tidak lambat pertumbuhannya. Dan laukan menyortir ukuran belut tersebut 3 minggu sekali.

Baca Juga :

Memulai Usaha Dengan Cara Budidaya Ikan Gabus!!
Inilah Beberapa Manfaat Bunga Ekor Kucing Untuk Pengobatan
Beginilah Bagaimana Cara Menanam Bunga Wijaya Kusuma Yang Tepat
Cara Mudah Bertanam Sayur Dipolybag

2. Perawatan Belut
Perawatan belut yang dibudidayakan di dalam tong cenderung lebih mudah dipantau dibandingkan dengan budidaya dengan kolam. Karena ukuran atau sarana yang lebih kecil. Tetapi ada hal yang sama-sama harus diperhatikan dalam hal memberikan perawatan pada belut, seperti:

3. Pemberian Pakan
Tidak ada ketentuan pasti dalam jumlah pemberian makanan dalam budidaya belut. Tapi sebaiknya anda memberikan pakan tersebut sekitar 5% dari jumlah benih yang sudah ditebar. Pakan belut tersebut baiknya terdiri dari cacing, kecebong, ikan-ikan kecil, serta cacahan keong mas/bekicot. Pemberian pakan ini dilakukan pada hari ke-3 setelah benih ditebar di kolam. Pemberian pkan untuk belut sebaiknya dilakukan pada waktu sore hari untuk menyesuaikan rutinitas belut ketika makan di alam bebas.

4. Pengaturan Air
Pengaturan air juga menjadi hal yang sangat penting dilakukan agar belut yang dibudidayakan tetap sehat dan terhidar dari penyakit. Pengaturan air dapat dilakukan dengan cara mengalirkan air bersih ke dalam tong atau kolam agar sisa-sisa makanan tidak menumpuk di dasar kolam dan menjadi benih penyakit. anda bisa menggunakan paralon sebagai media alirannya. Selain dilakukan untuk membersihkan sisa makanan, pengaturan air ini juga bisa memberikan manfaat penambahan oksigen untuk belut.

Dalam proses pengaturan air, anda juga harus mengontrol suhu optimalnya, yakni sekitar 26-28 Celcius. Khusus untuk peternak yang tinggal di daerah panas(seperti Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi), anda bisa menjaga suhu air tersebut dalam angka 29-32 Celcius dan untuk wilayah ini, anda juga harus membuat hujan buatan agar bisa mendapatkan suhu air yang ideal. Anda juga bisa memberikan EM4 untuk membantu menetralkan sisa-sisa pakan belut dan mengurangi bau yang dihasilkan dari makanan tersebut. EM4 ini bisa diberikan 2-3 kali satu hari dengan dosis ½ sendok makan untuk 1 liter air.

Perlu diingat pula, selain pakan ternak benih belut menyukai pH 5-7. Selama pembesaran, perubahan air menjadi basa akan sering terjadi di dalam kolam. Perubahan ini biasanya akan terlihat secara fisik yakni air akan tampak merah kecokelatan. Penyebabnya adalah karena tingginya kadar amonia seiring dengan penumpukan sisa pakan dan dekomposisi hasil metabolisme. Jika dibiarkan, maka belut-belut tersebut akan cepat mati.

5. Perawatan Sekitar Lokasi Budidaya
Perawatan di sekitar kolam juga harus diperhatikan guna melindungi kolam tersebut dari kontaminasi lingkuang luar seperti hewan pemangsa, contohnya ayam, kucing, ular, dan lumut yang bisa menghambat perkembangan belut. Jika di kolam tersebut ada tanaman air, pastikan anda merawat kesehatan tanaman air tersebut. Tanaman air ini diperlukan untuk membantu belut untuk melindungi dirinya dari kepanasan.

6. Masa Panen
Pemanenan belut bisa anda lakukan ketika usia belut sudah memasuki 3-4 bulan, bergantung dengan keinginan anda atau berdasarkan permintaan pasar terhadap belut. Biasanya belut yang sudah siap panen memiliki ukuran rata-rata sekitar 6-11 cm sedangkan untuk belut super berukuran 15-20 cm.

Dalam proses memanen belut, anda bisa memanen dengan cara keseluruhan atau sebagiannya saja. Untuk pemanenan belut sebagian bisa dilakukan degan cara mengambil belut yang masih kecil untuk dipisahkan dan dipelihara kembali. Sedangkan untuk pemanenan keseluruhan, anda dapat melakukan budidaya belut secara efektif yang mana pemberian pakan dan metode budidayanya dilakukan dengan sangat cermat. Sehingga belut yang dipelihara bisa tumbuh dengan ukuran yang sama rata.

Demikian artikel tentang  “Cara Jitu Budidaya Belut Agar Terhidar Dari Hama & Penyakit” semoga bisa menambah wawasan anda dan selamat mencoba budidaya belut :)…

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *