Ini Dia… Cara Mudah Tepat Praktis Budidaya Tanaman Obat Keluarga

Please log in or register to like posts.
News

Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai pengobatan tradisional. Di samping harganya yang murah, tanaman obat ini biasanya tidak akan menimbulkan efek samping yang berarti bagi kesehatan kita. Berbeda dengan obat – obatan yang di buat oleh pabrik farmasi yang menimbulkan efek samping bagi kesehatan karna ada bahan kimianya. Bahkan kadang-kadang obat kimia bisa menimbulkan efek samping yang menahun sampai ke kematian. Budidaya tanaman obat keluarga sendiri dapat melajukan usaha kecil yang menengah di bidang obat-obatan herbal.

* Cara perbanyakan bibit merupakan hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan budidaya tanaman obat. Perbanyakan bibit dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu perbanyakan secara vegetatif dan generatif.

• Perbanyakan vegetatif dapat dilakukan dengan cara alami maupun buatan. Perbanyakan vegetatif alami dapat dilakukan dengan tunas, rhizome, geragih, umbi batang, dan umbi lapis. Sedangkan perbanyakan vegetatif buatan dapat dilakukan dengan cara stek, runduk, okulasi, cangkok dan menyambung.

Keuntungan memperbanyak tanaman dengan cara vegetatif ialah dapat memperoleh hasil yang sama dengan tanaman induk dan pada waktu produksi yang dibutuhkan lebih sedikit. Akan tetapi kekuragan dari hasil tanaman perbanyakan vegetatif ialah memiliki akaran yang kurang kuat. Contoh tanaman obat keluarga yang diperbanyak dengan teknik vegetatif ialah sirih, brotowali, lada, belimbing wuluh, melati, kenanga, kayu manis, pala, dan mahkota dewa.

• Perbanyakan generatif ialah cara perbanyakan yang dilakukan menggunakan biji. Apabila memilih memperbanyak dengan cara ini maka biji yang akan disemai harusnya didapat dari tanaman induk yang sehat dan memiliki hasil optimal. Teknik penyemaian biji dapat dilakukan di bak persemaian maupun polybag, namun pada saat proses persemaian sebaiknya bak ditutup, hal ini untuk melindungi bibit dari pengaruh lingkungan yang kurang baik bagi pertumbuhan.

Teknik persemaian juga harus memiliki drainase yang bagus. Hal ini bertujuan supaya pada saat persemaian tidak tergenang air dan memiliki permukaan yang gembur sehingga dapat menampung air sisa resapan dari media pembibitan. Sebelum dipindahkan ke taman, penutup yang digunakan pada saat persemaian dapat dibuka dengan cara bertahap agar bibit bisa beradaptasi dengan lingkungan. Contoh tanaman obat kelurga yang diperbanyak dengan biji ialah Kayu manis, cengkeh, dan belimbing wuluh.

* Berikut adalah langkah langkah yang harus diperhatikan dalam budidaya tanaman obat di lahan pekarangan rumah sendiri :

• Pengolahan Tanah : Setiap tanaman membutuhkan kondisi tanah tertentu untuk dapat tumbuh dengan cara optimal. Tanaman obat tidak harus ditanam di kebun atau pekarangan, tetapi juga bisa ditanam di polybag atau pot. Pada polybag memiliki beberapa lubang kecil untuk sirkulasi air, polybag sendiri digunakan untuk bertanam sebagai pengganti pot, atau lebih sering digunakan untuk tempat pembenihan tanaman perkebunan (kelapa sawit, karet, jati, jabon, akasia, dll).

• Penanaman : Buat lubang dan alur tanam pada bedengan. Jarak lubang saat hendak ditanam sesuaikan dengan jenis tanaman dan kondisi tanah. Sebelum menggali tanah untuk lubang tanam sebaiknya tanah terlebih dahulu telah dicampur dengan pupuk kandang atau kompos.

• Penyiraman : Penyiraman dapat dilakukan setiap hari, pada waktu pagi dan sore hari. Untuk sistem pembuangan air juga harus diperhatikan karena ada beberapa jenis tanaman obat yang tidak suka dengan genangan air.

• Penyulaman : Penyulamn ialah penanaman kembali/menggatikan tanaman yang telah rusak, mati atau tumbuh tidak optimal.

• Pemupukan : Dalam hal ini sebaiknya pupuk yang digunakan ialah pupuk organik, karena apabila menggunakan pupuk anorganik dikhawatirkan akan menimbulkan pengaruh kurang baik bagi senyawa/kandungan berkhasiat obat pada tanaman obat.

• Penyiangan : Penyianga dilakukan dengan tujuan agar kompetisi antara tanaman budidaya dan gulma dalam mendapatkan hara dan cahaya matahari.

• Pembumbunan : Tujuan dilakukannya penumbunan ialah untuk menutup bagian tanaman di dalam tanah seperti rimpang, umbi atau akar, memperbaiki aerasi tanah dan memperkokoh tanaman.

• Pengendalian OPT : Dalam Pengendalian OPT dapat dilakukan dengan cara mekanis ataupun kimia. Pengendalian mekanis dilakukan dengan cara menangkap OPT dan membuang pada bagian tanaman yang terserang penyakit. Untuk pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan penyemprotan pestisida alami.

• Panen dan Pascapanen : cara pengurusan setiap jenis tanaman obat ialah berbeda beda karna ada tanaman yang dapat dimanfaatkan seluruh bagian tanamannya ada pula yang dipanen hanya bagian tertentu saja. Oleh karna itu penanganan saat panen dan pascapanen harus diperhatikan dengan baik, agar tidak merusak kandungan zat berkhasiat pada obat tersebut. Hati-hati saat memanen tanaman obat daun karena mudah rusak. Umur panen dan bagian yang akan dipanen juga memengaruhi cara panen dan pengelolaan pasca panen.

Baca Juga :

Menjaga Kualitas Hasil Panen Dengan Karung Waring
Beginilah Tips Penanaman Dan Budidaya Cengkeh
Resep Pembuatan Pupuk NPK Sendiri
Menanam Sayuran Dengan Mudah & Praktis Menggunakan Polybag

* Dalam budidaya tanaman obat semua bagian tanaman dapat di manfaatkan mejadi pengobatan tradisional, seperti :

– Daun : Pada pemanenan daun tanaman obat harus dilakukan dengan hati-hati karena daun memiliki tekstur mudah rusak. Umur petik daun setiap tanaman juga berbeda, ada yang dipanen saat daun masih muda, contohnya : kumis kucing dan teh. Ada juga tanaman yang dipanen saat daun sudah tua, contohnya : sirih dan mint. Supaya tidak hilang kandungan minyaknya anda harus segera mengolahnya saat daun juga masih segar dan saat memanen daun yang akan diambil minyak atsirinya anda harus melakukannya dengan hati-hati.

– Rimpang : Ketika warna daun rimpang mulai menguning dan mengering itu artinya rimpang dapat di panen. Tetapi rata rata rimpang baru dapat dipanen pada umur 8-12 bulan. Saat memanen rimpang, bersihkan rimpang dari kotoran, dan pisaha rimpang yang bagu dengan rimpang yang busuk. Selanjutnya, rimpang disortir berdasarkan umur dan ukuran rimpang. Setelah disortir, rimpang dicuci dengan air. Sebelum dikeringkan, rimpang harus dipotong-potong terlebih dulu. Selama pengeringan seringkali ada kerusakan kimia dan pengeringan dapat dilakukan dengan sinar matahari, oven, atau blower.

– Biji : Mengandung tepung, protein, dan minyak. Kadar air dalam biji saat dipanen berbeda-beda tergantung pada umur panen tanaman obat tersebut. Makin lama umur biji maka makin rendah kadar airnya, dan untuk penyimpanan hindari tempat lembab.

– Akar : Akar mengandung banyak air, maka dari itu untuk proes pengeringan dilakukan secara perlahan-lahan untuk menghindari pembusukan dan fermentasi.

* Inilah beberapa jenis tumbuhan obat yang dapat ditaman di pekaragan rumah dengan mudah beserta cara pengolahannya untuk pengobatan tradisional.

1. Daun Binahong – Sesak Nafas.
Manfaat Lainnya :
• Mengobati penyakit kanker
• Mengobati sakit maag
• Mengobati luka
• Melancarkan haid
Cara Konsumsi : Siapkan 7 helai daun binahong, Kemudian cuci daun binahong dengan air sampai bersih selanjutnya, rebuslah daun binahong dengan menambahkan 2 gelas air putih tunggu hingga mendidih, apabila sudah menididih angkat dan diamkan beberapa saat sampai hangat, setelah itu baru tuangkan kedalam gelas dan minum air rebusan daun binahong ini secara rutin dan teratur.

2. Pare – Obat asam urat.
Manfaat Pare Lainnya :
• Mengurangi pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh
• Membantu program diet sehat
• Merawat kecantikan kulit
• Menghitamkan Rambut
Cara Konsumsi : 1 buah pare mentah buang bijinya dan cuci sampai bersih, lalu potong kecil dan rebus dengan 2 gelas hingga menjadi 1 gelas lalu minum airnya sehari 1 kali.

3. Lidah Buaya – Ambeien.
Manfaat Lidah Buaya lainnya :
• Menghaluskan dan melembabakan kulit
• Mengatasi radang kulit
• Penyubur rambut dan penghilang ketombe
• Menjaga kelembapan Rambut secara alami
Cara Konsumsi : Setengah batang daun lidah buaya dibuang durinya lalu cuci sampai bersih, dan parut. Lalu tambahkan setengah gelas air panas, kemudian peras dan tambahkan 2 sendok makan madu dalam keadaan hangat, minum 3 kali sehari.

4. Kunyit – Memperlancar dan mengurangi rasa nyeri saat haid.
Manfaat Kunyit Lainnya :
• Mengurangi Resiko Leukimia
• Memperlambat penyebaran dan pertumbuhan tumor.
• Memperlancar sistem pencernaan.
• Mencegah Depresi
Cara konsumsi : Cuci terlebih dahulu rimpang kunyit sebanyak 20g, lalu parut dan tambahkan dengan air matang 100ml, lalu peras dengan saringan kain, kemudian tuang air perasan tersebut dan minum 2 kali sehari.

5. Wijaya Kusuma – Mengobati nyeri lambung (gastritis).
Manfaat Lainnya :
• Mengatasi radang tenggorokan
• Mengatasi muntah darah
• Mengobati pendarahan rahim
• Mencegah stroke
Cara Konsumsi : Rebus bunga wijaya kusuma sebanyak 3-5 kuntum sampai mendidih, setelah mendidih sajikan dalam gelas. Untuk mendapat hasil yang di inginkan maka minum ramua ini sehari 3 kali.

F. Temulawak – Menghilangkan flek-flek hitam pada wajah.
Manfaat Lainnya :
• Menambah Napsu Makan
• Memperlancar ASI pada wanita yang menyusui
• Mengobati penyakit hati atau penyakit liver
• Menurunkan kadar kolesterol dalam darah
Cara konsumsi : Pilih temulawak yang sudah tua kemudian cuci sampai bersih, lalu iris temulawak dengan tipis dan jemur hingga kering. Jika sudah kering rebuslah temulawak tersebut dengan air segelas kemudian, minumlah ramuan tersebut ketika mau tidur, minum ramuan ini setiap hari selama beberapa waktu.

Demikian artikel tentang  “Cara Mudah Tepat Paraktis Budidaya Tanaman Obat Keluarga” semoga bisa menambah wawasan anda dan selamat mencoba bertanam TOGA :)…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *