Panduan Lengkap Cara Budidaya Cabe Merah

Please log in or register to like posts.
News

Cabe merah ialah termasuk dalam salah satu komoditas unggul yang dapat bernilai ekonomis tinggi serta mempunyai prospek pasar yang menarik dan sebagai bumbu masak kaya vitamin A, C serta kalsium yang tinggi. Tumbuhan ini juga bisa dibudidayakan pada dataran tinggi ataupun rendah, dilahan sawah ataupun dilahan kering/tegalan, tanpa memerlukan persyaratan agroklimat yang terlalu khusus.

Salah satu cara untuk menstabilkan harga cabe adalah dengan mencoba memperluas tanam disaat diluar musim. Tetapi apabila dengan menggunakan cara tersebut tidak berarti tanpa hambatan dalam budidayanya. Budidaya cabe di luar musim biasanya akan mendapat hambatan yang lebih besar.

Pengolahan Lahan
Tahapan pengolahan lahan dalam budidaya cabai meliputi pembersihan lahan, pembajakan atau pencangkulan, dan pembuatan bedengan. Pembersihan lahan areal penanaman cabai terutama dilakukan terhadap gulma yang dapat menjadi inang hama dan penyakit dan meningkatkan kelembapan lahan. Melakukan pembersihan juga bisa dilakukan kepada tanaman keras yang dapat menghambat penetrasi sinar matahari. Pekerjaan ini dapat dilakukan secara manual jika luas lahan yang dikelola tidak terlalu luas, atau menggunakan traktor buldozer jika lahan relatif luas dan banyak tanaman tahunan.

Lahan yang sudah usai dilakukan pembersihan bisa langsung dibajak atau dicangkul dengan kedalaman 30 – 40 cm. Sewaktu dilakukan pencangkulan ini, rumput dan sisa tanaman lunak dapat dicampur sekaligus sehingga membusuk dan dapat menjadi pupuk. Maksud dari pencangkulan ialah untuk mengubah struktur tanah menjadi lebih gembur atau remah sehingga akar tanaman akan lebih mudah menembus tanah untuk mengambil zat makanan.

Penanaman
Penanaman dilakukan pada pagi atau sore hari untuk menghindari panas sinar matahari yang dapat menyebabkan kelayuan bibit. Agar tidak terkena serangan hama dan penyakit, sebelum melakukan penanaman sebaiknya bibit direndam terlebih dahulu dalam larutan fungisida dan bakterisida dengan konsentrasi 0,2 %. Pestisida yang digunakan sebaiknya bersifat sistemik agar dapat bertahan lebih lama dalam jaringan tanaman. Penanaman dapat dilakukan pada lubang tanam yang sudah dibuat dan diusahakan sebatas leher akar tanaman sehingga tidak menyebabkan kebusukan. Sebelum dan sesudah penanaman sebaiknya bedengan disiram agar tanaman cabai tidak mengalami kekeringan.

Pemeliharaan
Agar supaya pertumbuhan pada tumbuhan lebih optimal dan hasil yang diperoleh memuaskan, maka diperlukan perawatan rutin yang meliputi penyulaman, pemasangan ajir, perempelan tunas air dan bunga, dan pemupukan susulan.

Pemupukan
Pupuk kimia yang diberikan adalah ZA dengan dosis 650 kg/ha, Urea dengan dosis 250 kg/ha, SP-36 dengan dosis 500 kg/ha, dan KCl dengan dosis 400 kg/ha. Keempat jenis pupuk ini diberikan pada umur tanaman 2, 6, dan 9 minggu dengan masing-masing sepertiga dosis.

Panen
Waktu pemanenan buah cabai berbeda-beda, tergantung pada varietas serta ketinggian tempat. Waktu pemanenan cabai yang ditanam di dataran rendah umumnya lebih cepat daripada yang ditanam di dataran tinggi. Untuk contohnya, di dataran rendah, cabai keriting hibrida jenis TM 999 umumnya sudah dapat dipanen pada umur 90 hari setelah tanam, sedangkan di dataran tinggi panen dilakukan pada umur 105 hari setelah tanam. Cara pemanenan cabai yang benar adalah dengan memetik buah cabai sekaligus menyertakan tangkai buahnya. Buah yang dipetik dengan cara tersebut akan lebih tahan lama dibandingkan buah yang dipetik tanpa tangkai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *