Cara Tepat Budidaya Tanaman Jahe

Please log in or register to like posts.
News

Jahe merupakan tumbuhan rumpun berbatang semu. Jahe termasuk dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae), se-famili dengan temu-temuan lainnya seperti temu lawak (Cucuma xanthorrizha), temu hitam (Curcuma aeruginosa), kunyit (Curcuma domestica), kencur (Kaempferia galanga), lengkuas (Languas galanga) & lain-lain. Tanaman jahe salah satu jenis tanaman yang sangat berkhasiat bagi kesehatan, rasa pedas pada jahe disebabkan adanya senyawa keton bernama zingeron. Manfaat dari jahe antara lain untuk melancarkan peredaran darah, mengobati perut kembung, sakit kepala migrain, mengobati sakit gigi, mengangkal radikal bebas dan masih banyak yang lain. Karna memiliki berbagai manfaat, banyak orang memilih untuk membudidayakan tanaman jahe sendiri karna proses budidayanya tidaklah susah, Berikut cara budidaya tanaman jahe :

  • Persiapan media tanam

Hal pertama yang harus di lakukan untuk membudidayakan tanaman jahe adalah melakukan pengelolahan atau menentukan media tanam. Tanaman jahe dapat ditanam menggunakan polibag maupun karung. Untuk mendapatkan hasil jahe yang maksimal anda haarus perhatikan pengelolahan media tanam sebagai berikut :

– Mencari media tanah yang subur, gembur dan banyak mengandung bahan organik.
– Setelah menemukan lakukan membajakan, mencangkulan atau meratakan hingga halus dan gembur.
– Lalu mencampurkan media tanah tersebut dengan pupuk kandang atau kompos hingga merata. Diamkan selama 4-5 hari sebelum tanam.
– Kemudian lakukan pengapuran tanah bertujuan agar pH tanah normal dan baik untuk pertumbuhan tanaman jahe.
– Persiapan polibag atau karung sebaiknya berukuran sedang dan tidak kekecilan.

  • Pemilihan bibit tanaman jahe

Untuk mendapatkan hasil jahe yang maksimal, anda harus memilih bibit jahe yang memenuhi syarat seperti bibit sudah berumur tua, terbebas dari hama dan penyakit dan berwarna cerah.

Setelah menemukan bibit, sebaiknya lakukan persemaian dahulu menggunakan bedengan kecil yaitu berukuran 1 x 1 x 1 m atau lebih tergantung dengan bibit yang di gunakan banyak atau tidaknya. Dalam persemaian and juga harus memperhatikan pengelolan berdengan dengan baik, pemeliharaan dan juga pemupukan. Setelah persemaian di lakukan, tunggu bibit hingga mempunyai 3-4 helai daun kecil. Lalu lakukan pemindahan ke dalam polibag.
Pembibitan ini bisa juga di lakukan langsung tanpa menggunakan media persemaian. Tetapi pertumbuhan tanaman jahe akan lambat atau perkembangannya terlalu lama.

  • Penanaman tanaman jahe

Proses penanaman tanaman jahe sangatlah tidak susah anda tinggal memindahkan tanaman yang sudah disemaikan atau di benihkan, kemedia polybag. Tetapi perhatikan juga cara pencabutan atau pengambilan tanaman jahe yang tidak merusak akar serabut dan lainnya. Sebelum penanaman benih anda terlebih dahulu harus membuat lubang tanam dengan kedalaman 3-4 cm, lalu timbun kembali dengan tanah yang sudah di campur dengan pupuk kandang atau lainnya. Setelah itu lakukan penyiraman agar tanah lembab dan basah.

Baca Juga :

  1. Plastik UV Green House VATAN Daya Tahan Hingga 5 tahun
  2. Cara Budidaya Tanaman Semangka
  3. Budidaya Cabe Merah
  4. Langkah Mudah & Tepat Budidaya Tanaman Kakao
  • Pemeliharaan tanaman jahe

Pemeliharaan tanaman Jahe dalam karung atau polybag cukup mudah. Pemeliharaan meliputi: penyiraman, penyiangan dan penggemburan media, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit.

a. Penyiraman
Penyiraman dilakukan setiap hari, waktu penyiraman yang baik ketika sore hari, terutama saat tidak hujan. Penyiraman bisa dihentikan saat tanaman Jahe mulai memasuki fasesenecense (mengering) saat tua dan mendekati panen.

b. Pemangkasan
Pemotongan pada batang jahe ketika umur 2 bulan, dilakukan dengan tujuan mempercept pertumbuhan calon tunas baru serta memperbanyak jumlah batang yang tumbuh serupa dalam 1 pot/polybag.

c. Penyiangan dan penggemburan
Rumput yang tumbuh pada media tanam perlu penyiangan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman jahe, rumput terebut akan muncul pada sekitar 4 bulan pertama dari proses penanaman, di mana tanaman Jahe belum begitu rimbun. Untuk menekan pertumbuhan gulma anda bisa menambahkan plastik mulsa jerami pada media tanam. Selain penyiangan, media tanam juga perlu digemburkan dengan menggunakan cetok. Penggemburan bertujuan untuk menyediakan media tumbuh yang baik bagi akar tanaman dan memperbaiki sirkulasi udara dalam media.

d. Pemupukan dan Pembumbunan Hama Penyakit
Untuk pemupukan dan pembumbunan hama penyakit dapat dilakukan 2 bulan sekali selama pertumbuhan tanaman, dengan menambahkan pupuk organik pada media tanam. Jumlah pupuk yang diberikan tergantung dari besarnya media yang digunakan, apabila menggunakan karung atau polybag dengan uuran 1/5 maka pemupukan bisa diberikan 3 kali selama umur tanaman.
Pembumbunan lebih baik dilakukan secara berkala yaitu pada saat pertumbuhan rimpang jahe baru muncul di dekat permukaan tanah. Timbun rimpang yang muncul ke permukaan menggunakan media yang telah disiapkan dengan ketebalan sekitar 5 cm.

e. Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama yang sering menyerang tanaman Jahe ialah belalang dan ulat yang biasa memakan daun muda. Untuk pengendaliannya, anda dapat menggunakan beberapa cara seperti :
1. Cara mekanis, dengan selalu mengontrol tanaman baik dari hama & penyakit, dengan mematikan ulat yang sering memakan daun, atau dengan menggunakan perangkap serangga berupa plastik berwarna cerah (kuning atau merah) yang dipasang di bambu dengan diolesi lem.
2. Cara kimiawi, dengan menyemprotkan insektisida yang tepat untuk mengendalikan belalang dan ulat. Insektisida yang dianjurkan adalah insektisida organik berbahan aktif tembakau atau yang lainnya.
3.Penyakit yang sering menyerang tanaman jahe yaitu penyakit layu tumbuhan/daun dan busuk rimpang yang disebabkan oleh jamur. Untuk mencegah penyakit tersebut, kesehatan benih dan sanitasi lingkungan pertanaman harus selalu diontrol. Dan pastikan benih yag ditanam sebelumnya merupakan benih sehat dan berasal dari induk yang sehat. Lingkungan pertanaman juga perlu dijaga agar bersih dan tidak terlalu lembab atau tergenang air. Untuk tanaman yang sudah terserang penyakit, anda bisa menanganinnya dengan menyemprotan bakterisida atau fungisida, jika perlu dimusnahkan agar tidak menular ke tanaman yang lain.

  • Pemananen tanaman jahe

Pemanenan tanaman jahe dapat di lakukan pada umur 8-10 bulan bahkan lebih tergantung dengan pertumbuhan tanaman. Pemanenan tanaman jahe dapat dilakukan dengan cara mencabut, membongkar atau mencangkul tanah dengan hati-hati tanpa merusak rimpang tanaman. Saat proses pemanenan lebih baik dilakuan pada pagi atau sore hari, karna bertujuan untuk menjaga kualitas tanaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *